Long Journey to Find The Brightest Star

And I Found it nearly at the end of October… ^0^v

Salah seorang teman saya berkata seperti ini padaku tepat ketika saya baru saja kembali dari liburan.

“Kok gue ngerasanya Negara ini bakalan di-islamisasi ya?”

Tentu saja hal itu membuat saya bingung karena dia langsung menanyakan pertanyaan aneh itu pada saya bukannya lebih dulu bertanya pertanyaan basa-basi mengenai kabar saya setelah liburan itu usai walau memang masih ada beberapa minggu lagi sebelum perkuliahan dimulai.

Kemudian ketika saya bertanya padanya kenapa dia bisa berkata seperti itu dia malahan memaparkan semua diskriminasi yang ditemukan dan juga dialaminya sendiri.

Diskriminasinya tentu saja dalam hal agama.

Saya pun kemudian teringat pada sebuah peristiwa di masa yang lalu dimana di kota kelahiran saya akan dibangun salah satu cabang dari UNIVERSITAS KATOLIK yang cukup ternama yang akhirnya batal karena pemerintah daerah tidak memberikan ijin dengan alasan tidak ada lahan lagi karena lahannya akan digunakan untuk pembuatan MASJID.

Biasanya saya hanya akan diam saja kalau orang-orang sudah membicarakan masalah agama dan yang lainnya yang membuat otak saya harus berputar-putar terus hingga kepala saya jadi sakit yang tetap berakhir dengan NULL alias tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengubahnya, namun kali ini saya ingin sedikit berbagi cerita sekaligus mengeluarkan yah katakanlah kekesalan saya karena toh peristiwanya masih belum terlalu dingin untuk di ceritakan walau sudah tidak hot sekali.

Peristiwa ini terjadi tepat pada tanggal 7 Agustus 2008 dimana ada sekumpulan anak-anak SMA yang tengah bersaing untuk dapat melanjutkan perjalanan mereka ke tahap selanjutnya pada pertandingan LCTM yang diadakan oleh salah satu universitas dari kota Cirebon, kota kelahiran saya.

Universitas ini dari JAMAN DAHULU KALA sudah terkesan melakukan tindakan DISKRIMINASI TERSELUBUNG.

Saya katakan terselubung karena pihak PANITIA PENYELENGGARA LCTM yang memang diadakan rutin ini selalu melakukan KECURANGAN HALUS yang hanya dapat dirasakan oleh pihak yang SELALU DICURANGI.

Saya tidak tahu betul apa alasan mereka melakukan hal itu, tapi yang jelas hal itu jelas-jelas telah mencoreng nama baik (yah kalau masih ada) mereka sendiri.

UNIVERSITAS PENCETAK GURU KOK MALAHAN MEMBODOHI ORANG-ORANG, MAU JADI APA DUNIA PENDIDIKAN KITA NANTINYA?? :blink:

Saya mungkin merasa marah pada ke-TIDAK PROFESIONAL-AN MEREKA DALAM MENJADI PANITIA. Apalagi yang dirugikan dari tahun ke tahun itu adalah sekolah saya sendiri. Sekolah yang telah mengajarkan saya banyak hal dan membuat saya menjadi saya yang sekarang ini.

Bayangkan saja, BAGAIMANA MUNGKIN SOAL YANG DIBERIKAN PADA SEKOLAH SAYA YANG MEMANG SEKOLAH KATOLIK DAN SWASTA LEBIH SUSAH BOBOTNYA DARI SOAL YANG DIBERIKAN PADA SEKOLAH LAIN YANG MEMANG SEKOLAH NEGERI DAN BERBASIS ISLAM?

Yah mereka tentu saja berkelit dengan mengatakan mereka telah merundingkan soal itu sebelumnya dan mengacaknya.

OKE lah.

lalu KENAPA KERAP KALI PERTANYAAN DIBACAKAN UNTUK KELOMPOK DARI SEKOLAH SAYA SELALU DIRALAT?

Yah berkelit lagi lah kalau MEREKA HANYA MANUSIA BIASA yang melakukan kesalahan.

DAN KESALAHAN ITU SELALU MEREKA LAKUKAN TEPAT KETIKA GILIRAN GRUP DARI KELOMPOK SEKOLAH SAYA.

YAH, OKE lagi lah.

lalu KENAPA KETIKA GRUP DARI SEKOLAH SAYA YANG KATOLIK DAN SWASTA ITU MENJAWAB KURANG LENGKAP MEREKA LANGSUNG MENYALAHKANNYA, SEMENTARA JIKA GRUP DARI SEKOLAH NEGERI YANG BERBASIS ISLAM ITU YANG MELAKUKANNYA MEREKA HANYA PURA-PURA BODOH DAN TIDAK TAHU MENAHU?

Silahkan berkelit lagi kalau DI KUNCI JAWABAN YANG MEREKA PEGANG MEMANG SEPERTI ITU ADANYA.

OKE LAGI aja deh.

lalu KENAPA TIAP KALI GRUP DARI SEKOLAH SAYA YANG KATOLIK DAN SWASTA ITU MENGAJUKAN PROTES KARENA KETIDAK-ADILAN YANG SUDAH SANGAT-SANGAT BANYAK SEKALI ITU TIDAK ADA YANG MENANGGAPINYA KARENA SANG PANITIA DAN JURI SIBUK BERPURA-PURA TIDAK MENDENGAR? SEMENTARA JIKA YANG MENGAJUKAN PROTES ADALAH SEKOLAH NEGERI YANG BERBASIS ISLAM MEREKA LANGSUNG MENANGGAPINYA BAHKAN MENGHENTIKAN PERTANDINGAN BUAT SEMENTARA?

Silahkan kembali berkelit dengan mengatakan kalau MEMANG MEREKA TIDAK MENDENGARNYA.

YAH MAU GA MAU MESTI OKE lah.

LCTM tahap kedua yang diadakan tepat tanggal 7 Agustus 2008 kemarin itu benar-benar membuat saya merasa kecewa dengan kinerja para calon guru itu sebagai juri dan panitia.

Bayangkan saja SEKOLAH SAYA YANG KATOLIK DAN SWASTA ITU sejak awal sudah dicurangi, tapi kami diam-diam saja karena toh kami tidak ketinggalan nilai.

Dan peristiwa itu pun terjadi.

SANG JURI DAN PANITIA YANG TERHORMAT ITU MENYATAKAN JAWABAN DARI SALAH SATU SEKOLAH NEGERI YANG BERBASIS ISLAM ITU BENAR PADAHAL JELAS-JELAS SALAH KARENA TOH SANG PETUGAS PEMBACA SOAL TELAH MENGATAKAN SENDIRI JAWABAN UNTUK PERTANYAAN SETIPE DENGAN SOAL TADI KALAU TIDAK ADA HIMPUNAN PENYELESAIAN YANG NILAINYA NEGATIF, SEMUANYA HARUS >0.

HASIL YANG MEMBUAT NILAI SEKOLAH SAYA YANG KATOLIK DAN SWASTA ITU MENJADI SAMA DENGAN SALAH SATU SEKOLAH NEGERI YANG BERBASIS ISLAM ITU.

DAN KETIKA SEKOLAH SAYA MENGAJUKAN PROTES, SEPERTI BIASA DAN SELALU SEPERTI ITU, BAHKAN MUNGKIN AKAN SELALU SEPERTI ITU, PANITIA DAN JURI YANG TERHORMAT ITU TIDAK MENGGUBRISNYA.

MEREKA JUSTRU MENGADAKAN PERTANYAAN TAMBAHAN.

DAN LAGI-LAGI KECURANGAN TERJADI HINGGA AKHIRNYA SEKOLAH SAYA HARUS KALAH, PADAHAL SEHARUSNYA MEREKA SUDAH MENANG JAUH SEBELUM PERTANYAAN TAMBAHAN ITU DIBACAKAN.

KETIKA PERTANDINGAN SUDAH USAI, TENTU SAJA KAMI MELAKUKAN PROTES LAGI.

DAN PANITIA YANG TERHORMAT ITU RUPANYA MENGAKUI KESALAHANNYA.

TAPI, DIA HANYA BERKATA SEPERTI INI.

“MEMANG SALAH SIH, TAPI TRUS MAU GIMANA LAGI? HASILNYA UDA DIUMUMIN TUH.”

KAMI PUN ANGKAT TANGAN.

YA, SUDAHLAH…

Toh kalau diteruskan kami tidak akan mendapatkan apa-apa.

Kami sudah lelah berteriak meminta keadilan. :whistle:

Pihak Universitas itu pasti telah mencap sekolah kami sebagai sekolah yang paling cerewet karena keseringan protes ini-itu .

Tapi tidakkah pernah terpikirkan oleh mereka kalau kecerewetan kami itu karena kami MEMANG MERASA DICURANGI?

KALAU AKHIRNYA MEREKA MENGINGINKAN HANYA SEKOLAH NEGERI YANG BEBASIS ISLAM YANG MENANG, KENAPA MEREKA TIDAK TERANG-TERANGAN SAJA MENGUMUMKANNYA?

BUKANKAH DENGAN BEGITU DAPAT LEBIH MENGIRIT BIAYA PRINT SURAT UNDANGANNYA? :|

Saya tidak yakin apakah niat sekolah kami memasukkan masalah ini ke dalam surat pembaca di salah satu surat kabar ini diluluskan oleh kepala sekolah dan pihak-pihak guru karena toh memang sekolah kami selalu menyimpan sendiri masalah tentang ketidak adilan ini dan tetap dengan senang hati memenuhi undangan dari pihak universitas itu.

Kebenaran akan terungkap juga pada akhirnya, bukan? :angel:

Biarkan sang Keadilan datang dengan sendirinya.

Bagi yang merasa tersinggung, bagus deh akhirnya ngerasa juga!!! :p

One Comment

  1. blue Boy
    12:22 am on August 19th, 2008

    laen x ga usah ikut,cape2in ajah ,ga pentng n ga perlu,klo mao sekalian kompetisi dunia tuch,loe sendiri napa kompteisi kaya gitu ikut? mending lsg tingkat provinsi
    jurinya ajah dari sekolah dia
    whahahaha……
    dunia memang kejam :pinch:
    tenang loe bukan yg pertama :ermm:

:alien: :angel: :angry: :-l :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cry: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :D :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :| :( :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :) :p :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: ;) :x :bat: :beer: :cake: :camera: :cat: :clock: :cocktail: :cup: :dog: :email: :film: :kiss: :lightbulb: :note: :phone: :present: :rose: :star: :tup: :tdown: :wiltedrose: :unlove: