ini adalah sebuah peristiwa yang terjadi di sela-sela liburanku kemarin…
sebuah peristiwa yang agaknya akan selalu berulang kali dibicarakan di dalam rumahku…
yah, ini adalah sebuah cerita konyol tentang orang-orang yang yah katakanlah tergolong kaum tua di dalam keluargaku…
cerita tentang 2 of my mother..
kenapa 2?
Ada ceritanya sendiri, tapi kali ini aku ingin bercerita tentang hebohnya mereka berdua yang notabene belum mau anti bersentuhan dengan hal-hal yang berbau teknologi…
Mamaku, melankolis sejati…
wanita yang selalu mau mengurusi segala macan urusan, baik urusan intern keluarga maupun urusan ekstern keluarga alias urusan keluarga saudari-saudarinya…
Ia takkan mau berhenti sebelum papaku angkat bicara dan memintanya untuk berhenti….
Mamiku, plegmatis sejati….
Seorang wanita yang tidak mau ambil pusing terhadap segala hal..
buatnya ga ada masalah anak-anaknya mau ngapain aja, asal belom ada yang negur ga bakalan dimarahin ato dinasehatin tuh anak-anaknya…
Persamaan dari keduanya adalah mereka sama-sama error kalau berhadapan dan berurusan dengan hal-hal yang berbau teknologi…
Entah itu hp, entah itu komputer, dan kali ini mesin ATM…
Kejadian konyol itu berawal dari ajakan mamiku pada putrinya, saudari sepupuku ke ATM untuk menarik sejumlah uang yang akan digunakan untuk berbelanja di siang harinya…
Seperti biasanya, kaum muda masih belum mau beranjak dari tempat tidurnya sehingga akhirnya mamaku, yang juga telah masuk di dalam kaum tua di keluargaku menawarkan diri untuk menemani mamiku yang tak lain dan tak bukan adalah cc kandungnya sendiri…
Mereka berdua pun pergi ke salah satu ATM dari salah satu bank yang terletak di salah satu mall terkemuka untuk menarik sejumlah uang…
Dan kehebohan pun terjadi!!
Mamiku rupanya masuk seorang diri untuk menarik uang, sementara mamaku yang menunggu di luar..
Dari cerita mamaku, mamiku tampaknya tiba-tiba saja berteriak panik dari dalam sana..
“Kartunya ketelen!”
Mamaku yang sangat-sangat mudah panik sekali pun bergegas masuk dan ikut-ikutan panik..
Seperti yang sudah dapat kubayangkan, mamaku justru menasehati dan memarahi mamiku, bukannya memikirkan solusinya…
Setelah puas menasehati panjang kali lebar kali tinggi, mamaku pun bergegas keluar dan memanggil satpam mall (ga tau juga sih buat apaan
)
Dan….
Sang satpam pun ikut-ikutan panik di dalam sana hingga akhirnya ada 3 orang panik di dalam sana
Akhirnya mamaku menyarankan untuk segera memblokir rekening itu sebelum ada sesuatu yang tidak diinginkan….
Dengan secepat yang mereka bisa, mereka pun pulang dan menceritakan apa yang baru saja terjadi pada kami semua.
Sepupuku yang memang cepat emosi pun langsung marah-marah dan menyalahkan maminya yang linglung tanpa henti sebelum akhirnya menelepon call center bank tersebut untuk melakukan pemblokiran..
Tapi….
Tepat beberapa detik sebelum rekening itu resmi diblokir, mamiku berteriak dengan lantang
“Kartunya ada! Ada di dompet ternyata!”
Sepupuku pun marah-marah lagi dan lekas membatalkan pemblokiran tersebut..
Ia bahkan kemudian menyuruh maminya untuk pergi memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kalau maminya belum linglung….
Dan……….
seperti biasanya, cerita konyol ini pun diceritakan berulang-ulang di dalam keluargaku…
Kali ini kami semua menertawakan kekonyolan mereka berdua…
Terakhir, papaku kembali meminta mamaku untuk lebih membiasakan dirinya dengan hal-hal yang berbau teknologi…
“Anaknya kuliah IT kok mamanya ga bisa pake barang-barang yang ada hubungannya sama teknologi??”
Yah, tapi namanya juga mamaku…
Ia lebih senang bergantung pada orang lain untuk hal-hal yang menyangkut teknologi…
Yah, semoga saja aku dan adikku bisa membiasakan diri untuk mengajari mamaku untuk mengenal teknologi, seperti yang telah berhasil kami lakukan pada papa kami…
yah, walau agak-agak kaco gitu sih




HIMTI e-Forum






=)) Kocak… =))
ATM nya bisa sulap… =)) pindahin kartu dari ATM ke dompet…