You are here: Home > The Story > Sebuah “bintang” Bernama “cinta”…..

Sebuah “bintang” Bernama “cinta”…..

Belakangan aku tak lagi bisa melihat indahnya bintang karena langit malam selalu ditutupi oleh awan gelap yang membuat suasana terasa mencekam dan menyedihkan. Langit yang gelap itu seolah ingin memaparkan fakta bahwa di dalam perjalananku kali ini bersama bintangku, aku merasakan sebuah rasa yang bernama kesepian.

Aku merasa kesepian walau ada dia di sisiku.

Sama halnya seperti malam ini. Kali ini pun sama. Langit sangat gelap dan entah kenapa walau ada dia di sisiku saat ini, aku merasa seperti berdiri seorang diri di bawah pantulan sinar rembulan yang tampaknya kesepian karena tak ada satu pun bintang yang muncul untuk menemaninya.

“Aku takkan membiarkanmu pergi.” Aku mendengar suaranya yang bergetar.

”Aku takkan pernah tahu bagaimana jadinya hidupku tanpa dirimu di sisiku.”

”Kalau begitu ini adalah kesempatan bagimu untuk mengetahui bagaimana jadinya.”

Kupejamkan mataku. Rasa aneh itu merasuk ke dalam batinku.

”Aku tak mau.” Tubuhku tersentak pelan saat ia memelukku dengan sangat erat dari belakang.

Pelukannya begitu kuat seolah ia ingin meremukkan tubuhku hanya untuk mencegahku pergi dari sisinya.

”Aku takkan pernah membiarkanmu pergi. Tidak sekarang atau kapanpun juga.”

”Aku lelah.” Kuhembuskan napasku keras-keras.

”Tidakkah kamu bisa mengerti hal itu?”

Aku merasakan tubuhnya menjadi kaku dan perlahan ia melepaskan pelukannya dari tubuhku.

”Apa kamu akan bahagia jika aku membiarkanmu pergi?”

Aku terdiam. Sesungguhnya aku tidak tahu apa jawaban atas pertanyaannya itu.

”Aku tak tahu.”

”Apa kamu akan bahagia jika aku membiarkanmu pergi?” tanyanya mengulang pertanyaan yang sama.

”Entahlah.”

Aku tahu dia tidak menyukai cara menjawabku itu sama halnya aku juga tidak menyukai ketika ia hanya menjawab pertanyaanku dengan kata-kata tanpa kepastian seperti itu. Tapi aku memang tidak tahu. Sungguh-sungguh tidak tahu. Yang aku tahu hanyalah aku ingin segera lari dari tempat ini.

Lari menjauh dari pelukannya.

”Bagaimana kalau aku memintamu untuk tinggal?” tanyanya setengah frustasi setengah putus asa.

Kupejamkan mataku. Oh, Tuhan. Rasanya ternyata sungguh menyakitkan.

”Bagaimana kalau aku mengatakan aku tidak bisa tinggal?” Aku tak bisa menahan getaran dalam nada suaraku barusan. Dan aku pun yakin ia bisa mendengarkan getarannya.

”Tiap perjalanan pasti memiliki badai,” ujarnya pelan kemudian kembali meraih tubuhku ke dalam pelukannya.

”Dan aku harap kali ini kita bisa melewatinya bersama-sama.”

”Aku lelah,” ujarku pelan.

”Aku ingin kita bisa melihat bintang bersama-sama setelah badai ini berlalu.”

”Aku lelah,” ujarku lagi seolah tak mendengarkan ucapannya barusan. ”Tak bisakah kamu membiarkan aku beristirahat sejenak saja?”

”Kamu bisa beristirahat selama yang kau inginkan.” Ia melepaskan pelukannya untuk menatap kedua mataku dalam-dalam. ”Di dalam pelukanku.”

Dan untuk pertama kalinya selama kami bersama, aku bisa merasakan debaran jantungnya saat ia meletakkan tanganku di atas dadanya.

”Aku mencintaimu, bintang kecilku.”

Kuhembuskan napasku keras-keras dan kubiarkan air mataku turun membasahi pipiku.

Rupanya dia tahu aku menunggu-nunggu kalimat itu keluar dari bibirnya. Dan setelah lama akhirnya kalimat itu pun keluar dari bibirnya. Kalimat yang langsung kuyakini kebenarannya.

”Ilumistar,” bisikku pelan sambil masuk ke dalam pelukannya.

Air mataku pun kembali menetes. Kali ini air mata kebahagiaan.

Ya. Ternyata perkataan kedua orang tuaku benar.

Sehabis badai langit pasti tampak lebih cerah dan aku harap kami berdua bisa selalu bergandengan tangan di bawah langit yang cerah dan penuh bintang itu.

Seperti saat ini. Saat aku merasakan hangatnya pelukan bintangku di tengah malam tanpa bintang yang benar-benar terasa menusuk hingga ke tulangku.

Selamanya.

Tags: , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply

:alien: :angel: :angry: :-l :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cry: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :D :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :| :( :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :) :p :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: ;) :x :bat: :beer: :cake: :camera: :cat: :clock: :cocktail: :cup: :dog: :email: :film: :kiss: :lightbulb: :note: :phone: :present: :rose: :star: :tup: :tdown: :wiltedrose: :unlove: