You are here: Home > The Story > Dan bintang itu pun kulepaskan pergi….

Dan bintang itu pun kulepaskan pergi….

Aku selalu merasa tidak bahagia. Aku selalu merasa ada yang kurang dari semuanya ini meski aku tak tahu apa yang kurang dan apa yang membuatku tidak bahagia..

Dan kali ini, saat aku melihatnya termenung di kejauhan sana, aku sadar kalau mungkin seharusnya aku melepaskan tangannya dan berpaling. Setidaknya mungkin ia akan jauh lebih bahagia tanpaku di kehidupannya.

Ya.

Kami bertengkar lagi kemarin karena sebuah masalah yang katanya hanya prasangkaku saja. Kami bertengkar lagi karena sebuah masalah yang katanya kini hanya menjadi bagian dari masa lalunya. Kami bertengkar lagi karena kemarin aku mengatakan apa yang sungguh terlintas di pikiranku saat melihat mereka berbincang bersama. Kami bertengkar lagi karena aku mengatakan kalau dia terlihat sangat bahagia di dekat perempuan itu.

Ia membentakku dengan keras kemarin dan bentakkannya itu seolah menjadi tamparan keras bagiku yang mungkin tampak sangat manja dan kekanak-kanakkan di depannya.

Aku tahu ia menyesal telah melakukan hal itu padaku karena ia tiada hentinya mencoba menghubungiku yang justru seolah ingin menghilang selamanya dari kehidupannya. Aku tak mengangkat teleponnya, tak menghiraukan kehadirannya yang memohonku untuk mendengarkan permintaan maafnya, dan entah kenapa aku menjadi orang tolol yang menangis semalaman hanya karena hal sepele seperti itu.

Kuhembuskan napasku keras-keras sambil berusaha keras untuk menghampirinya dan mengajaknya berbicara.

Ya.

Tekadku sudah bulat untuk mengakhiri semuanya dan melepaskannya pergi. Dan kuharap itu adalah keputusan yang terbaik buat kami berdua.

”Semalam aku sudah tidur,” ujarku pelan, memulai pembicaraan serius diantara kami berdua.

”Aku tahu semalaman kamu tidak tidur,” ujarnya tak kalah pelannya. ”Dan aku tahu semalaman kamu menangis. Matamu takkan pernah bisa membohongiku.”

”Aku tahu kamu merasa bersalah karena telah membentakku kemarin,” ujarku seolah tidak mendengarkan ucapannya sama sekali. ”Dan aku harus memberitahumu kalau kamu telah melakukan hal yang benar. Aku memang terlalu manja dan kekanak-kanakkan.”

”Tapi apa yang telah kau lakukan kemarin telah membuatku tersadar,” ujarku lagi setelah menarik napas panjang. ”Dan sekarang aku pun sangat sadar untuk mengatakan kalau—”

”Aku tidak mau mendengarnya,” potongnya cepat seolah telah mengetahui apa yang ada di dalam pikiranku. ”Sampai kapanpun aku takkan pernah mau mendengarnya.”

”Kalau begitu silahkan kamu saja yang mengucapkannya,” ujarku sambil menatap matanya tanpa keraguan sedikitpun.

”Aku mencintaimu,” ujarnya lantang, membuatku tersenyum getir.

”Bukan itu yang kumaksud,” ujarku tak mau membuat pembicaraan ini menyimpang dari tujuan semula. ”Dan aku yakin kamu tahu apa yang ingin kudengar darimu.”

”Aku takkan mengucapkan kalimat itu,” ujarnya setengah kebingungan setengah ketakutan. ”Sampai kapanpun aku takkan mengucapkannya.”

Kuhembuskan napasku keras-keras kemudian kubulatkan tekadku untuk mengucapkan sebuah kalimat yang agaknya akan mengubah semua yang ada diantara kami berdua.

”Kamu boleh tidak mau mendengar dan mengucapkannya,” ujarku pelan. ”Tapi aku akan tetap mengatakannya. Aku—”

”Dia hanya masa lalu,” ujarnya kali ini dengan putus asa sambil meraih kedua tanganku dan menggenggamnya erat-erat. ”Harus berapa kali kuulangi lagi?”

”Aku ingin melihatmu bahagia,” ujarku lagi tanpa mempedulikan tatapan matanya. ”Dan aku mendoakanmu bahagia bersamanya.”

Aku tersenyum perlahan kepadanya yang menatapku dengan pandangan mata terkejut sambil dengan perlahan melepaskan genggaman tangannya kemudian aku pun berpaling dan pergi sejauh-jauhnya dari tempat itu. Dari tempatnya masih berdiri mematung disana.

Selamat tinggal bintangku tersayang, semoga kamu lebih bahagia tanpa diriku…

ilumistar… Still…

Tags: , ,

  • RSS
  • FB
  • Twitter
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit

Or....

Just Leave Your Comment Here

:alien: :angel: :angry: :-l :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cry: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :D :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :| :( :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :) :p :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: ;) :x :bat: :beer: :cake: :camera: :cat: :clock: :cocktail: :cup: :dog: :email: :film: :kiss: :lightbulb: :note: :phone: :present: :rose: :star: :tup: :tdown: :wiltedrose: :unlove: