Long Journey to Find The Brightest Star

And I Found it nearly at the end of October… ^0^v

Yah… hari ini hari terakhir di tahun 2008 yang bikin aku punya jutaan cerita..

ga berasa cepet banget taon ini harus berakhir…

hmmmm….

taon ini agaknya aku banyak belajar… tentang banyak hal juga tentunya…

Tanggung jawab, Profesionalisme, rasa kecewa, kemarahan, kekesalan yang mendalam, kesedihan, senyuman yang palsu, tawa yang sejati, kebersamaan dan tentu saja tak ketinggalan cinta…..

Taon ini aku berurusan dengan banyak orang yang membuatku sungguh mengerti mana orang yang sungguh-sungguh mau membantumu tanpa pamrih, dan orang yang memang memiliki tujuan tersendiri untuk membantumu…

Taon ini aku juga berurusan dengan banyak orang yang membuatku paham bahwa tak ada untungnya mengorbankan segalanya demi sesuatu yang kaupuja selama bertahun-tahun lamanya karena toh pada akhirnya semuanya tampak terpampang jelas di depan matamu…

kenyataan memang menyakitkan, tapi itulah yang sebenarnya dan harus kuhadapi…

Sesuatu yang kaupuja hanya akan membuatmu merasa kecewa dan terhina pada akhirnya.

meskipun demikian, nama itu akan selalu abadi…

nama itu masih akan mengalir di dalam nadiku dan nada itu akan selalu menggema di telingaku…

Taon ini pun aku belajar mengenai tak semua yang kita inginkan dapat kita raih…

Yah, tentu saja hal itu berurusan dengan sebuah kata yang bernama cinta…

Taon ini agaknya petualanganku dalam mencari bintangku telah menemukan titik temu dimana aku telah menemukan dia, bintangku…

Jujur saja, aku tidak tahu apa tujuan dan alasan kenapa kami akhirnya memutuskan untuk bersama.

Aku pun sangsi kalau ia mengetahui apa alasan dan tujuannya…

Namun, aku dan dia telah memutuskan untuk membuat hubungan ini berhasil dan aku pun tahu kalau ia selalu berusaha untuk menjadikan semuanya ini berhasil…

Ia selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku, sementara aku??

apa yang telah aku berikan untuknya??

mungkin tak lebih dari sekadar rasa pusing dan kesal…

karena sikapku yang memang suka berubah sendiri menjadi geje secara mendadak….

Aku tampak linglung dan kebingungan seolah tak memiliki arah yang pasti karena tanda tanya itu jelas-jelas masih ada di dalam kepalaku…

Mungkin itulah juga yang memicu pertengkaran kami kemarin.. Tepat 2 bulan kebersamaan kami…

Dan…

Ada 1 kalimat yang diucapkannya yang membuatku tahu kalau aku masih harus lebih banyak belajar lagi…

gommen…

Oh, Tuhan….

Kenapa aku tak bisa menghapus tanda tanya itu dari kepalaku??

Mungkinkah karena aku tahu betul betapa tak mudahnya untuk menghapus nama seseorang dari memori seseorang?

Mungkinkah juga karena aku tahu kalau memang tak ada kenangan yang pantas untuk dilupakan??

Yah…. mungkin itu adalah salah satu resolusi baruku untuk tahun yang baru…

Oh iya… ngomong2 soal resolusi, kayanya taon ini taon paling berhasil sepanjang 20 tahun usiaku dalam memenuhi resolusi taon baru…

taon ini aku berhasil meraih semua yang telah kurencanakan dan tentunya peranan DIA tak pernah lepas dari hidupku sepanjang tahun ini…

Terimakasih buat kado natal terindahnya, Santa… ^^

Dan aku pun siap berjuang untuk jadi anak yang penurut lagi supaya bisa dapet kado natalku selanjutnya.. :lol:

so….

bye-bye 2008…..

welcome 2009 :D

Ibuku pernah menasihatiku seperti ini.

“Nak, jika suatu hari nanti kamu harus memilih diantara dua cinta, pilihlah seseorang yang mencintaimu bukan seseorang yang kaucintai karena orang yang kaucintai hanya akan membuatmu meneteskan air mata, sementara orang yang mencintaimu akan selalu membuatmu bahagia. Karena pada dasarnya cinta bisa tumbuh seiring dengan berjalannya sang waktu.”

Dulu aku tidak pernah mendengarkan nasihat ibuku dan selalu memilih orang yang kucintai dengan sepenuh hati.

Bintangku.

Seorang lelaki yang sangat kucintai tapi akhirnya menyakitiku dengan begitu dalam. Seorang laki-laki yang mencintai perempuan lain walau ia selalu menyangkalnya hampir tiap waktu.

Tapi akhirnya aku pun menyerah kalah dan mulai mengikuti nasihat dari ibuku.

Kini, aku telah hidup tanpa dirinya selama hampir tiga tahun lamanya.

Kalau dulu aku adalah seorang perempuan yang jatuh cinta setengah mati pada bintangnya, sekarang aku adalah seorang perempuan yang takut untuk merasakan cinta itu lagi setelah semua yang telah terjadi.

Kalau dulu aku adalah seorang perempuan yang memuja cintanya, sekarang aku tak lebih dari sekadar perempuan yang berusaha hidup dengan bahagia tanpa sebuah kata yang bernama cinta lagi walau kini telah ada seseorang yang jelas-jelas telah mengikatku dengan cincin pertunangannya.

Kupandangi cincin pertunangan kami yang melingkar di jari manisku. Aku yakin dia sangat mencintaku walau ia jarang mengucapkan kata-kata cinta itu kepadaku, tapi aku tak yakin kalau aku mencintainya sedikitpun.

Ironis bukan?

Ia selalu memperhatikanku, mencintaku, berada di sisiku setiap saat, mengabulkan tiap-tiap permintaanku seperti seorang peri dari negeri dongeng, dan selalu memperlakukanku bagai seorang ratu, namun sikapku padanya mungkin tak lebih dari sekadar aku memperhatikan sahabatku. Dan parahnya aku masih selalu merindukan bintangku walau kini sudah ada seseorang yang harusnya bisa menghangatkan duniaku dengan caranya sendiri yang jelas-jelas berbeda dengan apa yang biasa dilakukan oleh bintangku.

Dan kini aku kelabakan saat ia mengatakan kalau ia ingin segera menikah denganku agar ia bisa memiliku sebagai istri yang dicintainya. Read the rest of this entry »

“gimana kehidupan berpasangannya?”

Kayanya pertanyaan itu belakangan nongol dari temen-temen dan orang-orang di sekitarku…

yah, mungkin karena aku ga perna lagi nulisin apa-apa di blogku ini, padahal harusnya aku punya banyak sekali cerita yang bisa kubagikan disini…

hmmm….

pada beberapa orang yang benar-benar dekat sama aku, aku memang selalu membagikan cerita alias tiap update-an terbaru mengenai aku dan dia…

tapi tetep aja kaga bisa nulisin apa-apa di sini…

yah, secara langsung tentunya…

errr… seperti pasangan-pasangan yang lainnya, tentu saja kami mengalami pasang-surut-naek-turun-seneng-sebel pada satu sama lain..

dan tentu saja kami tidak perlu merasa kesepian ato sendirian lagi.. yah walo kadang-kadang sempet juga sih berasa kesepian dan sendirian..

he’s a good boy…

itu perkataan banyak orang…..

dan buatku

he’s a little bit naughty..

liatin aja tuh jerawat di mukanya.. :p

emang sih, masi ada 1 pertanyaan gede di dalam kepalaku… tapi yah sudahlah.. biarkan saja itu tetap di dalam sana..

mungkin aku juga takut buat dengerin jawabannya…

takut tetep kaga percaya gitu :|

yeah…

terimakasih telah mengalah saat aku mau menang sendiri..

terlebih lagi terimakasih telah menjagaku agar tidak kesana-sini lagi, digimasterku.. :)

ilumistar then :D

“Bagaimana kalau kukatakan bahwa aku ingin memintamu kembali padaku?”

Aku tersenyum getir dan perlahan mengamati dia yang berdiri di hadapanku dengan nafas memburu.

Sungguhkah dia pria yang kukenal selama ini?

Seorang pria yang hidupnya hanya mengikuti arus saja tapi sekarang justru seolah menantang ombak yang dahsyat?

Tak pernah terlintas sedikitpun di dalam benakku kalau ia akan berani melakukan hal senekat ini.

Ya. Dia menghalangi kepergianku tepat setelah aku memutuskan untuk menghilang selamanya dari hidupnya, tentu saja karena aku sangat-sangat yakin kalau ia akan jauh lebih bahagia bersama dengan perempuan itu.

”Bagaimana kalau kukatakan bahwa ternyata aku mencintai dirimu yang mencintainya?”

Read the rest of this entry »

Cinta…

sebuah bahasa sederhana yang tercipta untuk menggambarkan sebuah perasaan aneh yang timbul saat sepasang insan yang memang pada dasarnya ditakdirkan untuk saling tertarik bersama…

sebuah bahasa sederhana yang diulang-ulang oleh sang pujangga untuk menggambarkan keagungan perasaan yang abadi diantara sepasang insan yang dimabuk asmara…

sebuah bahasa sederhana yang bisa membuat seluruh dunia terasa lebih berwarna saat sepasang insan bergandengan tangan menikmati manis-getirnya bersama…

Konon katanya, seorang pria yang tengah merasakan cinta di dalam hatinya berada dalam keadaan yang paling rentan karena di saat-saat seperti itulah mereka menunjukkan emosi yang sangat jarang sekali muncul di dalam keseharian mereka…

Makanya, biasanya pria susah sekali mengakui bahwa mereka sedang jatuh
cinta.

Mereka selalu sibuk merasionalisasikan semua perasaan yang mereka rasakan itu, entah sebagai perasaan semu yang cepat muncul - cepat menghilang entah sebagai perasaan yang timbul sebagai akibat dari kuatnya ikatan persahabatan yang telah hadir sebelumnya…..

Sebenarnya ada beberapa hal yang mereka takuti saat mereka jatuh cinta dan menjalin sebuah hubungan…

Read the rest of this entry »