Postingan ini bukan berisi lirik lagu dari Ressa Herlambang, jadi mungkin anda akan menyesal membuka link dari blog ini…
Tapi agaknya rasa menyesal yang anda rasakan tidak sebesar rasa menyesal yang kurasakan belakangan ini….
Yah aku tahu kalau aku memang selalu mengambil keputusan akhir setelah mempertimbangkan semua pendapat orang-orang yang menurut versiku saat itu terlihat ahli tapi harusnya aku lebih mengikuti kata hati….
Dan aku pun menyesal karena ternyata aku berpura-pura tuli saat hatiku berteriak, meneriakkan apa yang seharusnya kulakukan saat itu, meneriakkan keputusan yang harusnya kuambil saat itu……
Ternyata baru kusadari kalau aku telah melakukan sebuah kesalahan yang agaknya telah merubah hidupku ke depan, dan aku merasakan apa yang biasa disebut dengan madesu alias masa depan suram….
Tapi agaknya aku pun tak boleh terus-menerus berada di dalam lembah keputus-asaan dan penuh dengan rasa sesal karena toh itu telah kuputuskan dan aku mau tidak mau, suka tidak suka harus bertanggung jawab sebagaimana yang selalu diajarkan oleh kedua orangtuaku padaku…
Dan kalau sekarang aku ditanya apa yang akan kulakukan seandainya aku bisa memutar kembali sang waktu, aku akan tetap menjawab hal yang sama…
I’ll change nothing……
Sambil berharap aku tidak akan membuat penyesalan yang lainnya di dalam hidupku…..
Yaaah… mungkin hal ini juga menegaskan sesuatu yang tampaknya selalu menjadi bagian dari diriku di dalam beberapa kurun waktu belakangan ini…
Mungkin akan lebih baik jika tidak ada siapa-siapa di sekelilingku karena toh mereka hanya akan membuat hidupku jauh lebih ribet dan berantakan, tambahkan penuh dengan penyesalan……
tapi.. tentu saja aku sadar betul kalau aku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa hidup sendirian saja di dunia ini…
yeah, 2 sisi yang saling bertolak belakang itu kembali berperang di dalam sini…
Semoga saja peperangan itu tidak membuatku kembali kehilangan diriku sendiri……
Dan yang jelas, mulai detik ini semua keputusan tentu saja akan selalu ada di tanganku bukan di ucapan orang-orang di sekelilingku…..
Mungkin aku harus bertindak kejam dan tidak berperasaan, tapi kalau itu yang terbaik untuk masa depanku sendiri why not??
Toh dari awal, sebelum aku menginjakkan kakiku di Jakarta ini, guruku selalu berpesan padaku agar aku bisa kuat menghadapi kerasnya kota Jakarta ini…
Yang kuat akan bertahan dan yang lemah akan tersisih……
Oke, life goes on then……




HIMTI e-Forum





