Surat.
Yah tentu saja semua orang mengenali benda-benda yang bertaburan di dalam pangkuanku itu sebagai surat. Sebuah media yang agaknya telah dipinggirkan bahkan ditinggalkan oleh orang-orang yang lebih memilih untuk memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang tiap waktunya.
Tapi kini benda-benda itu diberikan kepadaku oleh seseorang yang harusnya bersamaku mengikat janji setia sehidup semati beberapa saat lagi.
Rasa penasaran membuatku akhirnya mengambil salah satu surat itu kemudian mengeluarkan isinya dari amplopnya yang sudah terbuka. Yah, mungkin saja Radith yang membuka dan telah membacanya terlebih dahulu.
Dan jantungku pun terasa berhenti sejenak saat mengenali tulisan itu. Tulisan tangan yang agaknya takkan pernah bisa kulupakan.
Tulisan tangan Herlambang.
Tulisan yang entah kenapa membuat jantungku berdetak ribuan kali lebih cepat, dan juga membuat berbagai macam perasaan bergejolak di dalam sini.
Di dalam dadaku.
Teruntuk bintang kecilku,
Aku tahu seharusnya aku tidak menghubungimu lagi. Yah. Kamu bahkan tidak mau menanggapi semua SMS dan telepon dariku bukan?
Tapi entah kenapa aku tak bisa menghentikan tanganku untuk menuliskan surat ini, meski aku juga sadar kalau mungkin kamu takkan pernah mau untuk membacanya.
Andriany, Aku masih sangat-sangat mencintaimu…
Aku tak tahu sampai kapan cinta ini akan bertahan di dalam hatiku, tapi hingga detik ini hatiku hanya akan selalu meneriakkan namamu.. .
Aku tak tahu apakah kamu telah sungguh-sungguh membuangku sejauh-jauhnya dari hati dan hidupmu, tapi aku sangat berharap kalau masih ada sedikit saja ruang di dalam hatimu untukku..
Untuk cinta kita yang setidaknya pernah terukir di dalam sana..
Aku tak berharap kamu akan membalas suratku ini. Aku hanya ingin kamu membacanya dan mengetahui kalau kamu akan selalu ada di dalam hatiku hingga waktu yang tak bisa kusebutkan untuk saat ini… yah, walau tentu saja aku tahu kata-kata yang kutuliskan di sini akan terdengar aneh…
Aku selalu tak pandai untuk merangkai kata-kata bukan?
Tapi yang jelas…
Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku, walau aku tahu kamu bahkan sudah tidak lagi peduli padaku…
Yang selalu mencintaimu,
Herlambang
Dan aku pun hanya bisa terpaku disini sembari membaca satu per satu surat yang ternyata selama ini tak pernah disampaikan oleh Ayahku.
Yah, aku mengetahui hal itu dari satu-satunya surat yang masih tertutup rapat.
Sebuah surat dari mendiang ayahku.
Sebuah surat yang isinya permohonan maaf darinya yang tak pernah menunjukkan semua surat-surat dari pria yang dianggapnya hanya akan menyakiti hati putri kesayangannya.
Oh Tuhan, Apa yang harus kulakukan sekarang?




HIMTI e-Forum





Omaigaaaaaad.
Trus gimana dong?
(Kebawa bingung)
“Andriany, Aku masih sangat-sangat mencintaimu…”
Gue
masih belum terbiasa membaca nama itu..
Wow, surat yang tak tersampaikan, jadi ingat suatu kejadian yang aku alami, namun surat itu mungkin tidak akan pernah disampaikan, mungkin cukup di simpan dalam pikiran atau hati, atau mungkin seharusnya di buang jauh-jauh supaya tidak berpengaruh kepada kedua belah pihak :p.
baru baca nih dari awal sampe abiz..
pengen tau lanjutan cerita na.. =3