Kupandangi gaun pengantin yang baru saja kutanggalkan. Gaun pengantin yang sangat-sangat indah namun entah kenapa tak bisa lebih lama kukenakan lagi.
Sejenak aku merasa telah melakukan kesalahan besar di dalam hidupku. Terutama karena ibuku pastinya tidak akan dapat menerima keputusanku ini dan aku tentunya akan sangat-sangat melukai perasaan tunanganku, namun tekadku sudah bulat. Aku tidak mau membuat semuanya semakin kacau dan melukainya lebih dalam lagi.
Aku menyayanginya. Sangat-sangat menyayanginya, tapi rasa itu bukanlah cinta.
Dan aku pun tak mau merampas kesempatannya untuk bahagia.
Aku tak berhak merampas kebahagiaan yang harusnya bisa diraihnya dengan seseorang yang lain. Dia berhak mendapatkan seseorang yang jauh lebih sempurna dari diriku, seseorang yang akan selalu mencintainya, memperhatikannya, dan membuatnya senantiasa bahagia.
Dan agaknya, orang itu bukanlah aku.
Yah, tentu saja orang itu bukanlah aku karena toh aku masih saja melukainya bahkan di detik-detik terakhir sebelum aku mengambil keputusan yang akan merubah hidup kami selamanya.
Kuhembuskan napasku perlahan kemudian kuletakkan amplop yang berisi isi hatiku, kalimat-kalimat yang selalu tertahan di bibirku, permohonan maafku, dan juga ucapan terimakasihku pada Radith yang mungkin saja akan merasa sangat-sangat kecewa karena keputusanku ini.
Ya.
Aku telah membuat keputusan itu, keputusan yang menurutku sangat berat, keputusan yang menurutku melukai banyak pihak, keputusan yang menurutku akan mengubah hidup kami semua.
Dan mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus bersikap dewasa dan mempertanggung jawabkan semuanya. Termasuk di dalamnya membuat ibuku percaya bahwa aku bisa meraih kebahagiaanku sendiri tanpa campur tangan orang lain di dalamnya.
Yah, walau aku tahu kalau ibuku adalah orang yang akan menentangnya paling awal.
Aku tahu ibuku hanya ingin melihatku bahagia dengan berusaha mempengaruhi akhir yang harusnya kuputuskan, tapi inilah akhir yang kupilih sendiri.
Ini adalah akhir yang kupilih sendiri agar tak ada orang yang semakin terluka karena kebimbanganku, termasuk diriku sendiri di dalamnya. Ini adalah akhir yang kupilih sendiri agar aku bisa merasa terbebas dari kebimbangan yang tiap harinya terasa mengombang-ambingkan hidupku. Ini adalah akhir yang kupilih sendiri, sebuah akhir yang mungkin masih akan menyisakan sebuah tanda tanya besar di dalam benak beberapa orang. Ini adalah akhir yang kupilih sendiri meski aku tahu bukan seperti ini akhir yang diharapkan orang-orang.
Ini adalah akhir yang kupilih sendiri dan semoga saja aku melakukan hal yang benar.
Kupejamkan mataku kemudian dengan sangat perlahan kututup pintu kamarku.
Radith, semoga kamu bisa lebih bahagia tanpa diriku.




HIMTI e-Forum






bersambung or lanjut lage nie bu??
eh, udah lanjut
kabur dari rumah tuh cerita na?? x3
@peng analisis:
apa bedanya?
lanjut dunkzzzzzz…… in progress tpnya
@yuchan:
ho oh… abis ini dia mau ngapain yah? 8->
hah?
Jadi ini blom ending?
@a2121:
blom… saya merasa klo cm gini doang agak ngegantung endingnya