Minggu ini agaknya jadi minggu padat buatku. Minggu padat sekaligus mungkin akan menjadi satu dari salah satu minggu- minggu paling melelahkan di dalam hidupku. Dan Minggu ini pun agaknya dapat dimasukkan ke dalam kategori minggu petualanganku untuk mencari mimpiku yang sebenarnya..
Kenapa padat, melelahkan, dan bertualang sembari mencari mimpi?
Mungkin semua kosakata itu muncul karena pikiranku yang kacau balau karena memikirkan banyak hal, terutama hal-hal tentang kelanjutan hidup dan masa depanku di masa yang akan datang, tapi yang jelas aku benar-benar merasa kelelahan, kalut, bingung, bahkan hingga kecewa pada diriku sendiri selama satu minggu belakangan ini..
Tapi banyak pelajaran yang dapat kupetik dari semuanya itu.
Pelajaran pertama: Cari kerja itu ternyata susah…
..Mesti tentuin kita mau kerja apaan sesuai ama minat dan bakat kita..
Mesti cari lowongan kerjanya, mesti nunggu panggilan interview/tes yang mungkin ga cuma 1 ato 2 x…
…dan setelah dipanggil buat interview:
Mesti pake pakean yang rapih, pagi-pagi berangkat melawan kemacetan ke tempat yang mungkin bener-bener asing buat kita, berusaha tampil sebagus dan sesempurna mungkin supaya yg interview kita itu ngerasa sreg sama kita..
…bukan hanya itu, masih ada tahap selanjutnya: tes (psikotes dan teman-temannya)
mungkin ini yang paling berat, terutama buat orang yang bener-bener buta sama tes-tes model kaya ginian, atau parahnya bener-bener jadi hal yang membuat stress bagi orang-orang yang cuma punya kemampuan setengah-setengah..
and hell yeah, i’m one of them (actually)
..Dan aku pun paham kenapa ada orang-orang tertentu yang tetap berusaha sebisa mungkin mempertahankan pekerjaannya yang mungkin melelahkan dan membosankan.
Percayalah, mencari kerja itu lebih melelahkan daripada mengerjakan pekerjaan itu sendiri!
fiuh….
Pelajaran kedua: Hargailah semua yang kau miliki sekarang ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya..
Yah, mungkin aku juga sempat agak tidak menghargai, bahkan terkesan membandingkan rumput di taman sendiri dengan rumput yang di taman tetangga yang terlihat lebih hijau sampe nge-cling-cling-cling, tapi akhirnya aku paham bukan warna dan kilauan nya yang penting, melainkan bagaimana rumput itu tetap setia ada disana untuk kita walau mungkin kita sering kali menginjak-injak dia dengan atau tanpa sadar…
…dan saat kita membaringkan tubuh kita diatas rumput itu, dia pastinya tidak akan menyakiti kita, tidak seperti rumput di taman seberang yang mungkin akan membuat kulit kita lecet-lecet…
Pelajaran ketiga: Mimpiku yang sesungguhnya ternyata masih butuh waktu yang panjang sebelum dapat terwujud
Aku sudah mengetahui apa yang kuinginkan, hanya saja aku belum paham betul bagaimana cara meraihnya..
..hingga aku kecewa pada diriku sendiri yang sepertinya tidak mampu melakukan apapun..
yah, sepertinya motto hidupku akan kutambahkan sedikit…
… Do the best, Give the best, Let God do the rest..




HIMTI e-Forum






selamat mencari kerja!
Kalo soal macet sih biasain aja lah.. namanya juga idup di Jakarta… >.<