Rasanya baru kemarin kita semua bisa menarik napas lega saat akhirnya mungkin seluruh infrasturktur di wilayah Aceh dan sekitarnya telah selesai dibagun kembali setelah terjadinya bencana Tsunami yang memporak-porandakan bumi serambi mekah itu, namun kali ini Indonesia mesti kembali berduka ketika ternyata Tuhan kembali memberikan cobaan atau mungkin peringatan kepada bangsa kita yang konon katanya besar ini.
Yup, Indonesia harus menelan pil pahit saat gempa besar berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumbar, Senin (25/10/2010) yang berimbas pada Gelombang tsunami yang ikut menyapu pesisir Kepulauan Mentawai yang mengakibatkan sekitar 112 orang tewas dan 509 orang hilang.
Bukan hanya itu, Indonesia kembali harus menelan pil pahit saat Gunung Merapi akhirnya memuntahkan lahar panasnya pada Selasa sore (26/10/2010) setelah menunjukkan tanda-tanda kembali aktif beberapa waktu belakangan.
Dan bukan ga mungkin bencana akan segera menghampiri Jakarta yang tampaknya selalu terancam untuk terendam jika hujan turun sedikit berlebihan..
Well, mungkin ini sudah saatnya buat Indonesia untuk tersadar dari segala kesombongan, keangkuhan, dan terlebih lagi keserakahannya masing-masing.
Ga akan ada orang yang bakalan berkata cukup atas semua harta yang dimilikinya kalau semuanya saling membandingkan dengan yang memang kebetulan memiliki tingkatan ekonomi diatasnya.
Ingat, diatas langit selalu masih ada langit yang lain lagi!
Dan yang paling penting ga bakalan ada orang yang bisa merubah nasib kita selain kita sendiri.
Ga ada namanya minta belas kasihan untuk menyambung hidup karena hidup selalu merupakan suatu perjuangan tanpa akhir.
Buatku, orang-orang muda yang masih memiliki anggota tubuh lengkap tapi hanya bisa terduduk lemas di sudut jalan atau mungkin di kolong jembatan sambil menengadahkan tangannya minta belas kasihan atau justru merogoh kantong dan tas orang lain di tengah kesemrawutan jalanan merupakan hal yang memalukan mengingat di luar sana masih banyak orang-orang yang sudah berumur tapi masih berusaha untuk mendapatkan uang dengan jalan halal dan penuh perjuangan.
Well, aku yakin Tuhan menganugerahkan semua anggota tubuh yang lengkap itu untuk digunakan dengan sebaik-baiknya demi mencari rejeki yang halal.
Aku juga yakin kalau ini saatnya Indonesia kembali bangkit dan kembali menjadi bangsa yang memiliki semangat tenggang rasa, kekeluargaan, solidaritas seperti yang selalu diajarkan kepada anak-anak kita sejak mereka mulai bisa membaca.
Ini saatnya Indonesia beraksi dan mulai memperbaiki diri bukannya justru terpuruk di dalam kesedihan seolah-olah kematian akan segera menghampiri!
Ingat, jatuh itu bukan masalah bila kita bisa bangun lagi. Dengan pelajaran tentunya. Karena toh belajar tidak pernah mengenal waktu..




HIMTI e-Forum





