<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Long Journey to Find The Brightest Star &#187; The Journey of Love</title>
	<atom:link href="http://ilumistar.com/category/the-journey/the-journey-of-love-the-journey/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ilumistar.com</link>
	<description>~♥ ...i.l.u.m.i.s.t.a.r... ♥~</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 04:01:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Please be just My Hero</title>
		<link>http://ilumistar.com/2010/12/15/please-be-just-my-hero/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2010/12/15/please-be-just-my-hero/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 16:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey of Love]]></category>
		<category><![CDATA[cewe]]></category>
		<category><![CDATA[cowo]]></category>
		<category><![CDATA[hero]]></category>
		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=2050</guid>
		<description><![CDATA[Well, kayanya aku sudah sering mendengar puluhan cerita tentang pacar yang keliatan lebih care ke cewe laen daripada ke cewenya sendiri—dan aku juga sempat merasakan hal itu. That&#8217;s annoying so much and i hate it! Tapi mereka selalu melakukannya entah disengaja entah tidak.. Well, aku paham betul kalau tiap laki-laki emang terlahir dengan membawa beban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Well, kayanya aku sudah sering mendengar puluhan cerita tentang pacar yang keliatan lebih care ke cewe laen daripada ke cewenya sendiri—dan aku juga sempat merasakan hal itu.</p>
<p>That&#8217;s annoying so much and i hate it!</p>
<p>Tapi mereka selalu melakukannya entah disengaja entah tidak..</p>
<p>Well, aku paham betul kalau tiap laki-laki emang terlahir dengan membawa beban moral untuk selalu bersikap gentle di depan cewe—meski mereka mostly cuma gentle ke lawan jenis yang bikin mereka tertarik.</p>
<p>Of course!</p>
<p>Well, pernah ga sih kita denger ada cowo yang super baik ke cowo laen—errr~~ kecuali mereka gay?  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/sideways.png' alt=':sideways:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-2050"></span>Mereka terlahir buat bantuin bawain tas + belanjaan cewe, bukain pintu buat cewe, geserin kursi buat cewe, bantuin betulin ato masang bagian komputer yang lepas, bantuin ngerjain tugas programming yang bikin puyeng, dan membantu cewe dalam berbagai macam bidang lainnya.</p>
<p>Singkat kata, mereka terlahir buat jadi seorang pahlawan ato ksatria ber<span style="text-decoration: line-through;">kuda</span> mobil putih.</p>
<p>Tentu saja mereka akan terlihat seperti pahlawan ato ksatria ato prince charming yang nge-cling-cling-cling di hadapan cewe-cewe yang dengan sukacita menerima dan terus meminta bantuan secara tidak langsung, tapi bisakah mereka membayangkan bagaimana perasaan sang kekasih hati ato cewe yang naksir dia saat melihat pacar ato pujaan hatinya terlihat lebih care ke cewe laen?  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/dizzy.png' alt=':dizzy:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mungkin cowo-cowo itu mikirnya kita terlalu posesif, terlalu picik, terlalu berpikiran sempit,terlalu jealous-an, dan terlalu-terlalu yang lainnya, ato parahnya: belom jadi pacar aja udah kaya gitu dan well, kita yang dibekali dengan insting wanita yang bisa membaca situasi yang membahayakan sebuah hubungan ato pdkt juga bisa membaca kalo mereka itu emang bereaksi terlalu berlebihan buat seseorang yang konon katanya sih CUMA TEMEN KOOOOOOQQQQQQQQ~~~ sambil pasang tampang sok imut yang minta digampar ato dilempar pake buku Longman(well—udah lama ga liat buku itu anyway  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/tongue.png' alt=':p' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Dan kita udah mirip kaya medusa, sadako,  ato makluk mengerikan lainnya di hadapan perempuan yang lain—thanks to all of you then, boys!</p>
<p>Sementara mereka tidak merasa kalau mereka melakukan yang kita anggap sebagai dosa besar~~</p>
<p>Tapi sadarkah mereka kalau kita cuma berusaha mengantisipasi pujaan hati ato kekasih kita biar ga lari ke perempuan laen?</p>
<p>Kita emang percaya, tapi—kepercayaan dan kesabaran tiap manusia itu ada batasnya bukan?</p>
<p>Yakin deh, mereka nolongin karena mereka peduli—dan tentu saja tertarik.</p>
<p>daaaaaaaaannnnnnnnnn~~</p>
<p>Well, perempuan itu juga jelas cepet geer dan bukannya tidak mungkin akan menganggap mereka menyukainya?</p>
<p>We are woman!</p>
<p>Kita emang cepet geer, cepet luluh sama sikap super baik dan super gentle dari kalian semua, dan reaksi kimia itu bisa membuat kita mungkin rela ngelakuin apa aja—as long as we could make you as our hero~</p>
<p>..dan bukan tidak mungkin kita akan mencari pahlawan lain yang bersedia senantiasa membantu kita tiap kali kita memerlukan bantuan—selagi kalian pergi menjadi pahlawan bagi perempuan yang lainnya di seluruh belahan dunia~~</p>
<p>Please be just my hero—before someone else did&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2010/12/15/please-be-just-my-hero/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>This is for u, I Luph u mai star..</title>
		<link>http://ilumistar.com/2010/10/30/this-is-for-u-i-luph-u-mai-star/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2010/10/30/this-is-for-u-i-luph-u-mai-star/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Oct 2010 01:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey of Love]]></category>
		<category><![CDATA[anniversary]]></category>
		<category><![CDATA[bintang]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=1538</guid>
		<description><![CDATA[Dear my Luphly Star, Aku tahu mungkin 1 tahun belakangan ini hidup terasa agak tidak mudah bagi kita berdua.. Dan aku tahu betapa kamu senantiasa berusaha beradaptasi terhadap segala jenis moodku yang berubah setiap waktunya.. Aku tahu mungkin 1 tahun belakangan ini aku terasa sedikit lebih rewel dan menyebalkan.. Dan aku tahu betapa kamu senantiasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/04/1-copy.jpg"></a>Dear my Luphly Star,</p>
<p>Aku tahu mungkin 1 tahun belakangan ini hidup terasa agak tidak mudah bagi kita berdua.. Dan aku tahu betapa kamu senantiasa berusaha beradaptasi terhadap segala jenis moodku yang berubah setiap waktunya..</p>
<p>Aku tahu mungkin 1 tahun belakangan ini aku terasa sedikit lebih rewel dan menyebalkan.. Dan aku tahu betapa kamu senantiasa bersabar menghadapiku..</p>
<p>Aku tahu mungkin 1 tahun belakangan ini hidupmu terasa dapat berubah sedemikian drastis-nya hanya karena perubahan sikapku yang terlalu mendadak.. Dan aku tahu betapa kamu senantiasa berusaha untuk menjadi seorang kekasih yang terbaik bagiku..</p>
<p>Aku tahu mungkin 1 tahun belakangan ini waktu terasa begitu singkat bagi kita berdua&#8230; Dan aku tahu betapa kamu senantiasa berusaha untuk <span style="text-decoration: line-through;">memanfaatkan</span> <span style="text-decoration: line-through;">sebaik mungkin</span> menghabiskan waktumu bersamaku..</p>
<p><span id="more-1538"></span></p>
<p>Dan tentunya aku menghargai semua usahamu itu, sayangku..</p>
<p>Aku sungguh bersyukur dan merasa bahagia karena kamu ternyata begitu sabar menghadapiku..</p>
<p>Kau tahu, bahkan keluargaku sendiri terkadang tidak tahan menghadapi sikapku yang terlalu kekanak-kanakkan..</p>
<p>Aku tahu perjalanan hidup kita berdua masih sangat panjang dan aku pun mengerti kalau tak ada satupun dari kita yang bisa meramalkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, tapi aku sungguh-sungguh berharap kita bisa selalu bersama-hingga akhir nanti&#8230;</p>
<p>Terimakasih karena kamu selalu ada untukku bahkan di saat aku mungkin tidak menginginkan kehadiran siapapun&#8230;</p>
<p>Terimakasih buat semua kesabaran, pengertian, dan juga kasih sayang yang kamu berikan padaku, nyooo~~~</p>
<p><a href="http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/04/1-copy.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1588" style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; border: 0px initial initial;" title=".i.l.u.m.i.s.t.a.r." src="http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/04/1-copy.jpg" alt="" width="398" height="260" /></a></p>
<p style="text-align: right;">♥&#8230;..i..l..u..m..i..s..t..a..r&#8230;..♥</p>
<p style="text-align: left;"><em>For the arms to be my shelter through all the rain, </em></p>
<p style="text-align: left;"><em>For the truth that will never change, </em></p>
<p style="text-align: left;"><em>For someone to lean on,</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>For a heart I can rely on through anything,</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>For that one who I can run to&#8230;</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>I turn to you&#8230;</em></p>
<p style="text-align: right;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: right;"><em>Happy 2nd Anniversary&#8230;</em></p>
<p style="text-align: right;"><em>..Hope our love lasts forever&#8230;</em></p>
<p style="text-align: right;">With Love,</p>
<p style="text-align: right;">~♥ Ching ♥~</p>
<p>PS: Mumu ama miu juga sayang ama papa <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/heart.png' alt=':heart:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2010/10/30/this-is-for-u-i-luph-u-mai-star/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa ga pernah ada lagi tentang cinta di ilumistar ini?</title>
		<link>http://ilumistar.com/2010/06/08/kenapa-ga-pernah-ada-lagi-tentang-cinta-di-ilumistar-ini/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2010/06/08/kenapa-ga-pernah-ada-lagi-tentang-cinta-di-ilumistar-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 15:30:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey of Love]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[jalan.]]></category>
		<category><![CDATA[males]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=1667</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ada orang yang bertanya-tanya kenapa ga ada lagi cerita tentang cinta atau bahkan tips tentang cinta di ilumistar yang kalo diliat dari statistiknya ga sengaja dibuka gara-gara artikel-artikel yang berkaitan dengan perempuan-laki-laki, cowo-cewe, pdkt-jadian, sekaligus cinta.. ..kalo ga ada yang nanya, biar aku sendiri aja yang nanya.. Yah, oke, aku emang dulu bisa dibilang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin ada orang yang bertanya-tanya kenapa ga ada lagi cerita tentang cinta atau bahkan tips tentang cinta di ilumistar yang kalo diliat dari statistiknya <span style="text-decoration: line-through;">ga </span>sengaja dibuka gara-gara artikel-artikel yang berkaitan dengan perempuan-laki-laki, cowo-cewe, pdkt-jadian, sekaligus cinta..</p>
<p><em>..kalo ga ada yang nanya, biar aku sendiri aja yang nanya..</em></p>
<p>Yah, oke, aku emang dulu bisa dibilang lebay banget kalo udah ngomongin soal gitu-gituan (baca: cinta-cintaan) tapi ga tau kenapa belakangan in, lupa pastinya sejak kapan, aku jadi super males kalo disuruh ngomongin soal kaya gituan..</p>
<p>Mungkin ini yang aku sebut sebagai pergeseran pemikiran&#8230;</p>
<p>Dulu aku selalu percaya kalau tiap kisah itu akan berakhir dengan bahagia, tapi sekarang aku berprinsip <em><strong>&#8220;Fairytale doesn&#8217;t always have a happy ending&#8221;..</strong></em></p>
<p><em><strong>..iya, emang itu semua cuma ada di sinetron-sinetron..<br />
</strong></em></p>
<p>Aku bahkan bisa dibilang udah ga percaya lagi sama Fairytale..</p>
<p><em>..dan biarkan sajalah hanya aku yang mengetahui alasan di baliknya~~</em></p>
<p>Aku masih tetep punya sisi melankolis yang suka nongol seenak jidatnya sendiri alias ga liat-liat waktu berkunjung, tapi aku akhirnya telah sampai pada titik dimana aku berhasil mengubah semua tetesan air mata itu menjadi amarah yang meledak-ledak..</p>
<p>Itu emang ga bagus.. Emang ga bagus sama sekali.. Tapi aku lebih memilih jalan itu buat melindungi hatiku biar ga bisa ngerasain lagi yang namanya sakit hati..</p>
<p>Aku bahkan sampe sempet kepikiran buat ngubah tagline sama judul blogku tersayang ini, cuma ga jadi mengingat satu-dua-tiga-empat-lima hal&#8230;</p>
<p>Yah sebut aja aku udah sampe di titik dimana aku udah cape nangis, udah cape ngelap-ngelap ingus bekas nangis, dan udah keabisan stok tisu yang dibuang percuma nyaris tiap malem..</p>
<p>dan mungkin suatu hari nanti aku juga bakalan males meledak-ledak hingga menyisakan sesosok manusia tanpa ekspresi dan perasaan yang mungkin bisa lebih parah dari robot..</p>
<p><em>..Ini bukan ancaman, ini cuma pemikiranku sendiri koq..</em></p>
<p>Dan rasanya menjauhi cinta-cintaan <strong> <em>jauh lebih aman</em></strong> dan menyenangkan daripada nyemplung dalem-dalem kesitu..</p>
<p>Emang kesepian, emang jadi curigaan, emang ga pernah bisa ngerasain kebahagiaan yang sesungguhnya, tapi ga pernah lagi ngerasain denyutan menyakitkan di dada yang kayanya cuma bisa diilangin kalo ada sesuatu ato seseorang yang bisa didayagunakan buat bikin ilang kesadaran (baca:pingsan)</p>
<p>Yah mungkin suatu saat ada suatu peristiwa yang bisa membuatku kembali mengagungkan cinta dan sungguh-sungguh memperjuangkan kembali cintaku..</p>
<p><em>..seperti dahulu..</em></p>
<p><em>..somedays..</em></p>
<p><em>..perhaps</em></p>
<p>dan jika saat itu datang, ilumistar ini pastinya akan kembali dihiasi dengan cerita cinta&#8230; <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/smile.png' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2010/06/08/kenapa-ga-pernah-ada-lagi-tentang-cinta-di-ilumistar-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s a year already&#8230;</title>
		<link>http://ilumistar.com/2009/10/30/its-a-year-already/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2009/10/30/its-a-year-already/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 13:57:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey of Love]]></category>
		<category><![CDATA[anniversary]]></category>
		<category><![CDATA[bintang]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=1242</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin hari ini adalah hari yang biasa bagi banyak orang, tapi hari ini adalah hari yang istimewa buatku karena di hari ini, tepat setahun yang lalu aku dan bintangku memulai perjalanan panjang kami bersama&#8230; Wah, ga berasa juga&#8230; Tau-tau aja udah setaon&#8230; hyuuu~~~ Diawali dari hari yang &#8220;aneh&#8221; itu, ternyata kami bisa terus bertahan satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin hari ini adalah hari yang biasa bagi banyak orang, tapi hari ini adalah hari yang istimewa buatku karena di hari ini, tepat setahun yang lalu aku dan bintangku memulai perjalanan panjang kami bersama&#8230; <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/smile.png' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Wah, ga berasa juga&#8230; <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/grin.png' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tau-tau aja udah setaon&#8230;  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/happy.png' alt=':happy:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>hyuuu~~~</p>
<p>Diawali dari hari yang &#8220;aneh&#8221; itu, ternyata kami bisa terus bertahan satu sama lain dan tetap terus berusaha untuk saling memahami satu sama lain bahkan hingga detik ini&#8230;</p>
<p><img class="size-full wp-image-1247" title="ilumistar" src="http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/PhotoFunia-2c5b6small.jpg" alt="Beginilah pose kami sekitar setahun yang lalu.." width="380" height="300" /></p>
<p>Banyak hal yang telah terjadi diantara kita berdua yang membuatku semakin menyayangi dan mencintainya tiap harinya&#8230;</p>
<p><span id="more-1242"></span></p>
<p>Walau mungkin dia bukan tipe yang romantis dan selalu kuimpikan tiap malam di dalam tidurku, tapi aku yakin dia adalah yang terbaik yang pernah, tengah, dan akan selalu hadir di dalam hidupku&#8230;  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/blush.png' alt=':blush:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Walau mungkin dia sering kali mengucapkan kalimat yang tak pernah ingin kudengar, tapi aku yakin dia adalah bintangku yang bersinar paling terang dan aku akan selalu dengan bangga mengucapkan pada tiap orang bahwa dia adalah kekasih hatiku yang paling kucintai..  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/heart.png' alt=':heart:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>hyuuu~~~</p>
<p>Sayangku, terimakasih telah bersedia menerima semua kekuranganku selama ini&#8230;  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/pinch.png' alt=':pinch:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terimakasih telah bersedia mengisi hari-hariku dengan berbagai macam warna dan peristiwa&#8230;  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/grin.png' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terimakasih telah bersabar menghadapi diriku yang merepotkan, menyusahkan, dan menyebalkan..  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/tongue.png' alt=':p' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terimakasih telah mengajariku tentang arti cinta yang sesungguhnya dan memegangi tanganku di saat aku merasa kebingungan&#8230; <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/wub.png' alt=':x' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terimakasih buat tiap senyuman, kebingungan, kekesalan, dan air mata yang menghiasi hidupku bahkan hingga di dalam mimpiku.. <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/smile.png' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terimakasih juga buat anak-anak kita yang selalu menemaniku disaat kamu tak disini&#8230;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1331" title="mu luph miu" src="http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/10/744436148672970832small.jpg" alt="mu luph miu" width="303" height="240" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1330" title="mu-miu" src="http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/10/744436148835790752small.jpg" alt="mu-miu" width="320" height="240" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1256" title="mu~~ miu~~ hyuuu~~~" src="http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/10/^0^875.jpg" alt="mu~~ miu~~ hyuuu~~~" width="300" height="363" /></p>
<p>hyuuuu~~~</p>
<p>Maafkan aku jika aku pernah membuatmu sedih, bingung, bahkan merasa bersalah&#8230;  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/sad.png' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Aku mungkin pernah mempunyai kisah cinta yang indah di dalam hidupku entah yang berhasil kuraih ataupun yang tidak, begitu pula dengan dirimu&#8230;</p>
<p>Tapi aku yakin kisah kita adalah yang paling indah diantara semuanya bagiku, dan aku harap kita bisa bersama selamanya&#8230;</p>
<p>Hatiku cuma ada satu, sudah untuk mencintaimu dan disana akan selalu ada namamu..  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/heart.png' alt=':heart:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="size-full wp-image-1250" title="ilumistar always" src="http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/10/PhotoFunia-364f575small.jpg" alt="Dan beginilah pose kami sekarang.." width="380" height="300" /></p>
<p>happy anniversary nyooooo~~~</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1329" title="i.l.u.m.i.s.t.a.r" src="http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/10/FunPhotoBox_2910084522762edit-copysmall.jpg" alt="" width="383" height="260" /></p>
<blockquote><p>You&#8217;re the reason I believe in love and you&#8217;re the answer to my prayers from up above&#8230;<br />
All we need is just the two of Us&#8230;<br />
My dreams came true because of you&#8230;</p></blockquote>
<p>.i.l.u.m.i.s.t.a.r.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2009/10/30/its-a-year-already/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy b&#8217;day my luply star..</title>
		<link>http://ilumistar.com/2009/08/21/happy-bday-my-luply-star/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2009/08/21/happy-bday-my-luply-star/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 13:39:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey]]></category>
		<category><![CDATA[The Journey of Love]]></category>
		<category><![CDATA[sayangku.]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=1233</guid>
		<description><![CDATA[Wah hari ini dia ulang tahun&#8230; hyuuu~~~ hepi b&#8217;day to you~~ hepi b&#8217;day to you~~ hepi b&#8217;day to you~~ Hepi b&#8217;day yah sayangku&#8230; semoga kamu bisa mendapatkan semua yang kamu inginkan&#8230; You still have 1 wish left, right? dan semoga pula ulang tahunmu kali ini adalah ulang tahun yang istimewa dan akan selalu kau ingat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wah hari ini dia ulang tahun&#8230;</p>
<p>hyuuu~~~</p>
<p>hepi b&#8217;day to you~~  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/cake.png' alt=':cake:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>hepi b&#8217;day to you~~ <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/present.png' alt=':present:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>hepi b&#8217;day to you~~ <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/star.png' alt=':star:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hepi b&#8217;day yah sayangku&#8230; <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/heart.png' alt=':heart:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>semoga kamu bisa mendapatkan semua yang kamu inginkan&#8230;</p>
<p>You still have 1 wish left, right? <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/wink.png' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>dan semoga pula ulang tahunmu kali ini adalah ulang tahun yang istimewa dan akan selalu kau ingat di dalam benakmu.. Walau mungkin aku akan sedikit mengacaukannya&#8230;</p>
<p>yah, tampaknya aku tak pernah bisa berhenti mengacaukan segala sesuatu-bahkan yang telah kupersiapkan dengan sebaik-baiknya jauh-jauh hari sebelumnya&#8230; ~___________~</p>
<p>Aku ga tau gimana jadinya rencanaku buat merayakan ulang tahun kamu, tapi percayalah aku telah berusaha semampuku untuk merayakannya bersama-sama dengan kamu&#8230;<em> *hingga merepotkan sana-sini untuk bertanya-tanya tanpa henti*</em></p>
<p>aku berusaha untuk rencanaku, walau mungkin bukan ini hadiah yang kamu inginkan dariku&#8230;</p>
<p><em>Oh, Well.. terimakasih buat semua pihak yang dengan sadar atau tidak direpotkan dengan pertanyaan yang berulang-ulang..</em></p>
<p><em>juga buat semua pihak yang telah membantuku menyelesaikan rencanaku, walau rupanya tak sebaik impianku <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/sad.png' alt=':(' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p>Well.. Inilah caraku merayakan hari jadimu, sayangku  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/smile.png' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>.i.l.u.m.i.s.t.a.r.</p>
<blockquote><p>PS (Pesan Sponsor):</p>
<p>hepi b&#8217;day yah, papa  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/present.png' alt=':present:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>mumu ama miu sayaaaaaaaaaanggg banget ama papa <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/kissing.png' alt=':kissing:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2009/08/21/happy-bday-my-luply-star/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: Surat buat Bintangku&#8230;</title>
		<link>http://ilumistar.com/2009/02/14/surat-buat-bintangku/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2009/02/14/surat-buat-bintangku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 03:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey of Love]]></category>
		<category><![CDATA[bintang]]></category>
		<category><![CDATA[surat]]></category>
		<category><![CDATA[valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=861</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<form action="http://ilumistar.com/wordpress/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-861">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-861" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2009/02/14/surat-buat-bintangku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nobody told me it feels so bad&#8230;</title>
		<link>http://ilumistar.com/2009/02/05/nobody-told-me-it-feels-so-bad/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2009/02/05/nobody-told-me-it-feels-so-bad/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 02:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey of Love]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ilumistar]]></category>
		<category><![CDATA[jeles]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>
		<category><![CDATA[sms]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=898</guid>
		<description><![CDATA[Aku tahu harusnya aku tidak bersikap seperti itu semalam, tapi nyatanya aku telah bersikap kekanak-kanakkan AGAIN&#8230; Dan hanya Tuhan yang tahu kenapa aku bersikap seperti itu karena biasanya rasa itu jarang hampir tidak pernah muncul ke permukaan ucapan&#8230; Seperti yang anda sekalian ketahui, rasa itu terdiri dari 7 huruf dalam kamus besar bahasa Indonesia atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tahu harusnya aku tidak bersikap seperti itu semalam, tapi nyatanya aku telah bersikap kekanak-kanakkan <strong>AGAIN&#8230;</strong></p>
<p>Dan hanya Tuhan yang tahu kenapa aku bersikap seperti itu karena biasanya rasa itu <span style="text-decoration: line-through;">jarang</span> <span style="text-decoration: line-through;">hampir</span> tidak pernah muncul ke <span style="text-decoration: line-through;">permukaan</span> ucapan&#8230;</p>
<p>Seperti yang anda sekalian ketahui, rasa itu terdiri dari 7 huruf dalam kamus besar bahasa Indonesia atau 7 huruf juga dalam kamus bahasa Inggris terpadu..</p>
<p>Dan rasa itu saya sebut sebagai jeles&#8230;.. (ga enak bener ngedenger kata cemburu  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/sideways.png' alt=':sideways:' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Tapi ada yang berbeda kali ini&#8230;.</p>
<p>And Nobody told me it feels so bad  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/cwy.png' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau biasanya rasa itu hanya terasa berdesir di dada tanpa bisa terungkapkan secara langsung, semalam aku harus mengakuinya di depan dia—kekasih hatiku (baca: pacar) tepat di saat aku telah mulai bisa menahan laju emosi yang entah kenapa tiba-tiba menggelora di dalam dadaku.. (bah bahasanya X_X)</p>
<p>Semuanya itu karena sebuah sms yang kukirimkan kepada adiknya tersayang, sebuah sms yang kukirimkan saat esmosi itu masih menggelegak di dalam pikiranku&#8230;</p>
<p>Dari tiap ucapannya semalam, ga tau napa aku selalu pengen minta maaf dan bener-bener ngerasa kalo aku tuh udah jadi sosok yang bener-bener mengesalkan dan bener-bener kaya anak kecil yang baru belajar berbagai hal&#8230;</p>
<p>Walo dia bilang aku ga perlu minta maaf, tapi sekali lagi aku pengen minta maaf&#8230;.</p>
<p>Maaf karena aku merasa ragu sesaat&#8230;</p>
<p>Maaf karena aku terlalu kekanak-kanakkan hanya karena masalah sepele seperti itu&#8230;.</p>
<p>dan Maaf karena aku telah membuatnya memikirkan hal itu semalaman&#8230;</p>
<p>Dan semuanya itu hanya karena aku merasa jeles yang dengan bodohnya tiba-tiba merasa tidak dicintai dan yang dengan bodohnya tiba-tiba merasa kalau dia akan pergi selamanya dari sisiku&#8230;  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/unlove.png' alt=':unlove:' class='wp-smiley' />  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/cwy.png' alt=':cry:' class='wp-smiley' />  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/pouty.png' alt=':|' class='wp-smiley' />  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/sideways.png' alt=':sideways:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi sekarang, agaknya aku sudah mengerti dan tentu saja aku akan berusaha untuk menghentikan tiap sikapku yang entah kenapa berubah menjadi sangat-sangat mengesalkan hingga terkadang aku sendiri pun merasa bingung kenapa diriku bisa berubah menjadi seperti itu  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/sideways.png' alt=':sideways:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>kenapa yaaaaaaaaa????  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/blink.png' alt=':blink:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan 1 hal yang bisa kuambil dari peristiwa semalam, cinta tak selamanya harus diungkapkan dengan kata-kata&#8230;</p>
<p>Sama seperti bintangku yang selalu bersinar dan menghangatkan duniaku dengan senyumannya tanpa mengatakan apapun dan mengharapkan adanya perubahan apapun&#8230;</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;.. ilumistar then&#8230;&#8230;..  <img src='http://ilumistar.com/wordpress/wp-content/plugins/smilies-themer/Etersoul/heart.png' alt=':heart:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2009/02/05/nobody-told-me-it-feels-so-bad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan yang dicintai Suamiku&#8230; (copied from email)</title>
		<link>http://ilumistar.com/2009/01/26/perempuan-yang-dicintai-suamiku-copied-from-email/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2009/01/26/perempuan-yang-dicintai-suamiku-copied-from-email/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 16:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey of Love]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=856</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah sebuah cerita yang kudapatkan dari salah satu emailku yang menumpuk di inbox emailku karena memang beberapa waktu belakangan aku tidak membukanya lagi&#8230; Ini adalah sebuah cerita yang entah kenapa membuatku langsung meneteskan air mata ketika membacanya&#8230; Jatuh cinta itu indah, bahkan ketika kita harus meneteskan air mata saat kita berpikir kalau kita telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah sebuah cerita yang kudapatkan dari salah satu emailku yang menumpuk di inbox emailku karena memang beberapa waktu belakangan aku tidak membukanya lagi&#8230;</p>
<p>Ini adalah sebuah cerita yang entah kenapa membuatku langsung meneteskan air mata ketika membacanya&#8230;</p>
<p>Jatuh cinta itu indah, bahkan ketika kita harus meneteskan air mata saat kita berpikir kalau kita telah kehilangan cinta itu sendiri&#8230;..</p>
<p>Padahal cinta itu selalu abadi di dalam hati kita&#8230;.</p>
<p>Aku ingin mencintaimu dengan jutaan cara, bintangku&#8230; Walau mungkin hanya ada satu cara yang benar dimatamu..</p>
<p>Satu cara yang bisa membuatmu tersenyum bahagia dengan tulus di hadapanku&#8230;</p>
<blockquote><p><span id="more-856"></span><strong><span style="font-family: Times New Roman; color: black; font-size: small;"><span style="font-weight: bold; font-size: 12pt; color: black;">Kehidupan pernikahan kami              awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu              terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih              menuruti apa mauku.</span></span></strong></p>
<p><strong>Kami tidak pernah bertengkar hebat,              kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai              subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami              sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir              dia workaholic.</strong></p>
<p><strong>Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi              menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih              bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir,              memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu              sebagai ungkapan sayang.</strong></p>
<p><strong>Kami jarang ngobrol sampai malam,              kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun              hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami              asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang              terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.</strong></p>
<p><strong>Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar,              atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena              dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa              lepas.</strong></p>
<p><strong>Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8              tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik,              saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan,              dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena              typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di              ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang              menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya              Mario saat dulu kuliah.</strong></p>
<p><strong>Meisha tidak secantik aku, dia              begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu              cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh              kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu              berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan              penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin              serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia              bercerita.</strong></p>
<p><strong>Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario              selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam,              sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu,              karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha              yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang              sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.</strong></p>
<p><strong>Aku              mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada              Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam              sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru,              dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering              termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau              aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.</strong></p>
<p><strong>Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan              masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta              lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi.              Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,</strong></p>
<p><strong>&#8221; Hai              Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau              makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, &#8221; lalu dia terus              mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring              nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat              tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang              itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak              pernah sedetikpun !</strong></p>
<p><strong>Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari              ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya              dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah              operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa              sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan              susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang              kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari              rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.</strong></p>
<p><strong>Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan              itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat              buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2,              kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan              ke-2 anaknya yang lucu2.</strong></p>
<p><strong>Aku tidak pernah bertanya, apakah              suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa              bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.</strong></p>
<p><strong>Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak              pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.</strong></p>
<p><strong>Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7              tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya.              Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, &#8221;              Mama, mau lihat  surat papa buat tante Meisha ?&#8221;</strong></p>
<p><strong>Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,<br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Dear Meisha,</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Kehadiranmu bagai beribu              bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak              pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku              mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya,              karena dia ibu dari anak2ku.</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Ketika aku menikahinya, aku tetap              tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan              bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu              yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya              tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami              pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup              mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk              mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku              menikahinya.</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Aku tidak tahu, bagaimana caranya              menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh              secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah              mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2              belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan              lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Aku tidak akan pernah bisa              memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah              laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku              terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima              bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan              selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku,              tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu.              Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa              engkau mengerti, you are the only one in my heart.</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
yours,</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Mario</span></em></strong></p>
<p><strong>Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat.              Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang              sangat mengerti dan menyayangiku.</strong></p>
<p><strong>Suamiku tidak pernah              mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai              perempuan lain.</strong></p>
<p><strong>Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku              menulis  surat hampir setiap hari untuk              suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari              bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.</strong></p>
<p><strong>Mobil yang dia              berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku              yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk              mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku              tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas              dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya              menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku              sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan              aku menjadi istrinya.</strong></p>
<p><strong>Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah              dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan              kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa              dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku              hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu              menikahiku. Betapa malangnya nasibku.</strong></p>
<p><strong>Mario terus menerus              sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia              mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak              tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu.              Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu              mencintainya.</strong></p>
<p><strong>**********</strong></p>
<p><strong>Setahun kemudian…</strong></p>
<p><strong>Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang.              Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.</strong></p>
<p><strong>&#8221; <em><span style="font-style: italic;">Mario,              suamiku….</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Aku              tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja              dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona              padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika              aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu              posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu              asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin,              ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si              puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang              hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja              untukku…..</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Ternyata aku keliru…. aku              menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku              membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku              tahu sebenarnya menyukai Mario.</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Aku melihat matamu begitu terluka,              ketika berkata, &#8221; kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia              sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?&#8221;</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Aku tidak perduli,dan              berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Sekarang aku menyesal, memintamu              melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal              terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna              yang engkau inginkan.</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Istrimu,</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Rima&#8221;</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
D</span></em>i  surat yang              lain,<br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
&#8220;………Kehadiran              perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es..              Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah              melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya              yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang              Meisha……&#8221;</span></em></strong></p>
<p><strong>Disurat yang kesekian,<br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
&#8220;…….Aku bersumpah, akan membuatmu              jatuh cinta padaku.</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Aku telah berubah, Mario. Engkau              lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka              membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan              selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros,              dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu.              Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu              meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang              ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau              tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping              tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit              pencernaanmu yang selalu bermasalah…….</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Meskipun belum terbit juga, sinar              cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan              menantinya……..&#8221;</span></em></strong></p>
<p><strong>Meisha menghapus air mata yang              terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang              tersedu-sedu disampingnya.</strong></p>
<p><strong>Disurat terakhir, pagi ini…<br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
&#8220;…………..Hari ini adalah              hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak              pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena              hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedu nia . Kemarin              aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah              kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya              mengendarai motor.</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Saat aku tiba dirumah kemarin malam,              aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan              menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Tahukah engkau              suamiku,</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Selama hampir 15 tahun aku              mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah,              baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah              tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………&#8221;</span></em></strong></p>
<p><strong>Jelita              menatap Meisha, dan bercerita,</strong></p>
<p><strong>&#8221; Siang itu Mama menjemputku              dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia              terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah              melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia              begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu              menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama              menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan              kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante…..              aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……&#8221;              Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih              terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat              dewasa.</strong></p>
<p><strong>Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print              tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya              aku ingin Rima membacanya.<br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Dear Meisha,</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Selama setahun ini aku mulai              merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha              menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup              karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru              menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai              bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?</span></em><br />
<em><span style="font-style: italic;"><br />
Aku terus berusaha              mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku              akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil              untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena              dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….</span></em></strong></p>
<p><strong>Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih              terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam.              Semuanya telah terjadi, Mario. <em><span style="font-style: italic;">Kadang kita baru menyadari mencintai              seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan              kita.</span></em></strong></p>
<p><strong>Jakarta , 7 Januari              2009</strong><strong><span style="font-family: Arial; color: black;"><span style="font-weight: bold; color: black; font-family: Arial;"> (dedicated to my friend&#8230;.may you rest in peace&#8230;) </span></span><span style="color: black;"></span></strong></p>
<p><strong></strong><br />
&#8211; <strong><span style="font-family: Courier; color: yellow;"></span></strong></p>
<p><strong></strong><strong><span style="font-family: Courier; color: blue;"><span style="font-weight: bold; color: blue; font-family: Courier;"><br />
</span></span></strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2009/01/26/perempuan-yang-dicintai-suamiku-copied-from-email/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>We&#8217;ll see then&#8230;</title>
		<link>http://ilumistar.com/2009/01/22/well-see-then/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2009/01/22/well-see-then/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 17:36:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey of Love]]></category>
		<category><![CDATA[arah]]></category>
		<category><![CDATA[bertanya.]]></category>
		<category><![CDATA[ending]]></category>
		<category><![CDATA[jawaban]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa pikiran yang tiba-tiba muncul di dalam benakku sebagai bentuk pengamatan mataku terhadap keadaan sekelilingku, baik yang kualami sendiri maupun dari yang kudengar dari cerita orang-orang, termasuk juga sebagai hasil dari perputaran waktu yang ternyata ingin menunjukkan sesuatu pada diriku&#8230; Pemikiran-pemikiran yang agaknya bakalan selalu aku pikirin sampe semuanya itu clear, menurut versiku tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa pikiran yang tiba-tiba muncul di dalam benakku sebagai bentuk pengamatan mataku terhadap keadaan sekelilingku, baik yang kualami sendiri maupun dari yang kudengar dari cerita orang-orang, termasuk juga sebagai hasil dari perputaran waktu yang ternyata ingin menunjukkan sesuatu pada diriku&#8230;</p>
<p>Pemikiran-pemikiran yang agaknya bakalan selalu aku pikirin sampe semuanya itu clear, menurut versiku tentu saja&#8230;</p>
<p>Ga tau napa, agaknya aku ga bisa mempertanyakan semuanya itu&#8230; setidaknya tidak untuk beberapa waktu ke depan ini&#8230;</p>
<p>ya.. ya..</p>
<p>Harus kuakui mungkin aku tak mau mendengar jawabannya karena bagiku hasilnya akan tetap sama karena toh menurut versiku memang hanya akan selalu seperti itu endingnya&#8230;</p>
<p>Aku hanya takut sesuatu yang tidak <span style="text-decoration: line-through;">kami</span> aku inginkan terjadi&#8230;</p>
<p>Bagaimana kalau aku berhenti berbicara <span style="text-decoration: line-through;">bertanya</span> padanya?</p>
<p>Bagaimana kalau aku berhenti mempertanyakan pertanyaan yang menurutku penting dan akan menentukan arah kami selanjutnya?</p>
<p>Kami memang berbeda&#8230;<br />
Yah harus kuakui hal itu memang benar adanya..<br />
Kalau dia memilih untuk menghindar dan pura-pura tidak tahu, aku justru memilih untuk membahasnya berulang-ulang agar semuanya jelas, lagi-lagi menurut versiku&#8230;.</p>
<p>Kenapa dia selalu memilih untuk menghindar mencari jalur aman, Tuhan??</p>
<p>Tidakkah dia pernah berpikir kalau aku pun ingin lari dari semuanya ini ketika aku sudah merasa benar-benar sampai di titik dimana aku merasa kalau dunia kami memang berbeda dan tidak ada lagi yang bisa menyatukan kami, bahkan ketika aku tidak pernah yakin kalau apa yang ada diantara kami berdua memang sungguh-sungguh nyata dan bukan sekedar ilusi belaka?</p>
<p>Tidakkah dia pernah berpikir kalau aku pun<span style="text-decoration: line-through;"> mungkin</span> takkan pernah mau kembali lagi saat aku telah memutuskan pergi?</p>
<p>Tidakkah dia memahami kalau berbagai pemikiran masuk ke dalam benakku saat aku mendengar kalimat-kalimat sederhana yang bahkan mungkin dikeluarkannya tanpa melalui proses terlebih dahulu di dalam otaknya?</p>
<p>Aku lelah Tuhan&#8230;</p>
<p>Aku lelah harus berperang dengan diriku sendiri yang egois hingga aku yang tak pernah mau mengalah pada orang lain harus mau mengalah dan selalu mengalah, hingga aku yang selalu ingin membuat perang dunia karena masalah sepele menjadi hanya terdiam dan menyimpan semuanya di dalam hatiku sampai hatiku menjerit karena luka yang ditimbulkannya&#8230;</p>
<p>Aku juga tahu dia lelah karena dia harus menjadi dirinya yang lain saat bersamaku&#8230;</p>
<p>Dirinya yang banyak mengalah padaku&#8230;</p>
<p>Tapi Tuhan&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Tidakkah ia menyadari kalau aku telah berhenti untuk meraih tangannya saat ia berulang kali melepaskan tanganku begitu saja?</p>
<p>Tidakkah ia menyadari kalau aku kerap kali hanya memandang kosong ke arahnya?</p>
<p>Tidakkah ia menyadari kalau aku tidak pernah mau terlihat bersamanya saat ia tengah berada di tengah teman-temannya?</p>
<p>Tidakkah ia menyadari kalau aku tengah menahan diriku sendiri untuk mengucapkan kata-kata yang mungkin akan membuat semuanya menjadi &#8220;aneh&#8221; sebagaimana semuanya ini dimulai ketika dia bertanya-tanya padaku mengenai sikapku yang menurutnya aneh&#8230;</p>
<p>Aku tak tahu apa yang harus kulakukan&#8230;</p>
<p>Tidak dengan ketidak tahu-an dirinya sendiri&#8230;..<br />
Tidak dengan keraguanku untuk mempertanyakan hal itu padanya..<br />
Tidak dengan tiap ucapannya yang <span style="text-decoration: line-through;">selalu</span> terkesan menghindari semuanya&#8230;</p>
<p>Kenapa untuk mendapatkan sebuah ilmu, harus begitu banyak pengorbanan yang kukeluarkan, Tuhan?</p>
<p>Akhirnya, kalau memang semuanya benar seperti yang dikatakannya pada teman-temannya&#8230;..</p>
<p>biarlah semuanya itu berakhir seperti itu&#8230;&#8230;</p>
<p>Rupanya memang bintang dan manusia itu tidak sama&#8230;..</p>
<p>we&#8217;ll see then&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2009/01/22/well-see-then/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat buat suamiku tersayang&#8230;</title>
		<link>http://ilumistar.com/2009/01/14/surat-buat-suamiku-tersayang/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2009/01/14/surat-buat-suamiku-tersayang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 15:34:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey of Love]]></category>
		<category><![CDATA[suami.]]></category>
		<category><![CDATA[surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=819</guid>
		<description><![CDATA[Suamiku Sayang, Aku tidak tahu siapa kau, atau di mana atau kapan kita akan bertemu, tapi yang jelas aku berharap tak lama lagi.. Maafkan aku jika seandainya kita sudah bertemu tetapi aku tidak menyadarinya dan selalu mencari-cari calon yang lainnya.. Yah, aku memang selalu mencari sesuatu yang sebenarnya sudah ada di sisiku, bukan? Tapi tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suamiku Sayang,</p>
<p>Aku tidak tahu siapa kau, atau di mana atau kapan kita akan bertemu, tapi yang jelas aku berharap tak lama lagi..</p>
<p>Maafkan aku jika seandainya kita sudah bertemu tetapi aku tidak menyadarinya dan selalu mencari-cari calon yang lainnya..</p>
<p>Yah, aku memang selalu mencari sesuatu yang sebenarnya sudah ada di sisiku, bukan? Tapi tetap saja hatiku akan selalu mengetahui kalau itu adalah kamu&#8230;</p>
<p>Aku berdoa semoga ketika kita bertemu dan saling jatuh cinta, kau akan mencintaiku, karena diriku, dan tidak mengharapkan seseorang yang lebih lembut, pendiam, cantik, atau punya dada lebih besar&#8230;</p>
<p>Kuharap kau takkan membandingkanku dengan perempuan-perempuan yang mungkin lebih perhatian, atau lebih seksi, atau bahkan berkali-kali lipat lebih cantik dari diriku walau mungkin aku akan membandingkan dirimu dengan lelaki yang lainnya karena memang begitulah adanya diriku..</p>
<p>Namun percayalah, aku hanya ingin kamu memahami kalau aku ingin merasakan perhatian lebih dari dirimu karena aku merasakan lelaki lain yang kubandingkan dengan dirimu itu lebih perhatian dan peduli padaku.. Aku hanya ingin merasa dicintai sepenuhnya oleh dirimu..</p>
<p>Terlebih lagi jangan pernah bandingkan aku dengan mantanmu, entah itu mantan pacarmu atau mantan gebetanmu karena aku <span style="text-decoration: line-through;">tidak suka</span> benci dibandingkan dengan orang lain yang mungkin <span style="text-decoration: line-through;">bahkan</span> tidak aku kenali..</p>
<p>Kuharap kau akan selalu membuatku tertawa, merawatku kalau aku sakit, dan bisa menjadi tempatku bersandar..</p>
<p>Kuharap kau akan ingat bahwa aku lebih menyukai sesuatu yang empuk dan bisa dipeluk daripada setangkai mawar merah atau cokelat, dan warna kesukaanku berganti-ganti sesuai suasana hati, walau aku akan selalu mencintai warna ungu dan biru..</p>
<p>Ketahuilah bahwa mataku bukan coklat, tapi hitam, dan walau tidak akan berubah jadi coklat tua dibawah sinar mentari, mataku akan selalu memandang hanya ke arahmu..</p>
<p>Ketahuilah aku mungkin terkadang akan terlalu malu untuk menciummu lebih dulu, tapi kuminta kau jangan takut menciumku..</p>
<p>Aku takkan menampar atau mendorongmu, kecuali kalau aku mencium sesuatu yang mencurigakan dari mulutmu&#8230;</p>
<p>Kalau kita pergi berkencan kau tidak perlu memeras otak memikirkan akan membawaku ke mana; aku ingin kamu memakai kreatifitas yang kau miliki dan berpakaianlah yang rapi; dan yang terpenting, aku bersamamu&#8230;</p>
<p>Kalau aku menangis, ketahuilah mungkin penyebabnya bukan kau, yang penting kau memelukku erat-erat, dan aku akan cepat sembuh&#8230;</p>
<p>Dan kalaupun penyebabnya kau, aku akan tetap sembuh walau mungkin kau harus berusaha keras menyembuhkan aku&#8230;</p>
<p>Dan jika kita memutuskan untuk berpisah, pahamilah bahwa aku akan terluka, dan aku tidak akan pernah  ingin jadi temanmu karena itu pasti akan membuka luka lama&#8230;</p>
<p>Aku berjanji akan berusaha ingat bahwa kau juga punya perasaan, dan tidak akan mencaci makimu atau membuka rahasiamu di depan teman-temanku&#8230;</p>
<p>Tetapi ingatlah, aku takkan pernah menginginkan perpisahan&#8230;</p>
<p>Aku ingin kita bisa bersama selamanya&#8230;</p>
<p>Dalam keadaan baik maupun buruk, susah maupun senang, kaya maupun miskin, sakit maupun sehat sampai maut memisahkan kita berdua..</p>
<p>Beritahu aku jika ada perbuatanku yang mengganggumu, atau jika ada sesuatu yang tidak pas, atau bahkan jika kamu merasa cemburu ketika aku bertingkah berlebihan di depan lelaki lain&#8230;</p>
<p>Aku ingin kau selalu bersikap jujur padaku&#8230;</p>
<p>Jangan hanya mendiamkanku dan mengatakan &#8220;tidak ada apa-apa&#8221; karena aku jelas-jelas tahu pasti ada sesuatu yang buruk yang terjadi ketika aku memandang wajahmu yang lesu atau mendengar nada suaramu yang kaku&#8230;</p>
<p>Jika aku mengalami hari yang tidak menyenangkan, kuharap kau hanya memelukku dan membelai lembut kepalaku..</p>
<p>Aku pasti akan menangis saat kamu melakukan hal itu, tapi percayalah aku menangis karena aku merasa sangat-sangat beruntung telah memilikimu di dalam hidupku&#8230;</p>
<p>Jangan pernah bersikap acuh atau menyebalkan, karena aku akan menendangmu bahkan keluar dari hidupku selamanya&#8230;</p>
<p>Kuharap kau tidak pernah berpikir aku meminta terlalu banyak darimu&#8230;</p>
<p>Kuharap kau mengerti aku agak gugup dan sangat takut. Aku akan sangat-sangat takut kehilangan seseorang yang begitu berarti di dalam hidupku&#8230; Dan aku ingin kamu tahu, orang itu akan selalu adalah dirimu&#8230;</p>
<p>Aku ingin bisa mengatakan bagaimana atau kapan kita akan saling bertemu, dan apakah kita selamanya akan saling mencintai&#8230;</p>
<p>Setiap hubungan asmara adalah sebuah permainan kartu yang baru, dan (ah..) aku tak pernah pandai bermain kartu&#8230;</p>
<p>Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk bersikap baik dan sangat mencintaimu karena dirimu seutuhnya, tanpa berharap terlalu banyak darimu, meski <span style="text-decoration: line-through;">kadang</span> hal itu susah dilakukan&#8230;.</p>
<p>Terima kasih karena telah mendengarkan; hanya ini yang aku minta. Sepertinya terlalu banyak, tapi&#8230; whatever&#8230;</p>
<p>Milikmu selamanya,</p>
<p>~♥ Ching ♥~</p>
<p>=================================================</p>
<p><em>– taken from Chicken soup for the teenage soul 3, Sarah Bercot<br />
– greatly inspired from <a href="http://blog.yosua.net/2009/01/14/surat-untuk-istriku/" target="_blank">this post by Yosua Omimaru</a> who&#8217;s greatly inspired from <a href="http://lidah-mata-suara.blogspot.com/2009/01/suamiku-sayang-aku-tidak-tahu-siapa-kau.html" target="_blank">this post by Yessica</a>.<br />
– original post on <a href="http://summersoul-ish.blogspot.com/2009/01/cowokku-sayang.html" target="_blank">this post by Kezia.</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2009/01/14/surat-buat-suamiku-tersayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

