Ibuku pernah menasihatiku seperti ini.
“Nak, jika suatu hari nanti kamu harus memilih diantara dua cinta, pilihlah seseorang yang mencintaimu bukan seseorang yang kaucintai karena orang yang kaucintai hanya akan membuatmu meneteskan air mata, sementara orang yang mencintaimu akan selalu membuatmu bahagia. Karena pada dasarnya cinta bisa tumbuh seiring dengan berjalannya sang waktu.”
Dulu aku tidak pernah mendengarkan nasihat ibuku dan selalu memilih orang yang kucintai dengan sepenuh hati.
Bintangku.
Seorang lelaki yang sangat kucintai tapi akhirnya menyakitiku dengan begitu dalam. Seorang laki-laki yang mencintai perempuan lain walau ia selalu menyangkalnya hampir tiap waktu.
Tapi akhirnya aku pun menyerah kalah dan mulai mengikuti nasihat dari ibuku.
Kini, aku telah hidup tanpa dirinya selama hampir tiga tahun lamanya.
Kalau dulu aku adalah seorang perempuan yang jatuh cinta setengah mati pada bintangnya, sekarang aku adalah seorang perempuan yang takut untuk merasakan cinta itu lagi setelah semua yang telah terjadi.
Kalau dulu aku adalah seorang perempuan yang memuja cintanya, sekarang aku tak lebih dari sekadar perempuan yang berusaha hidup dengan bahagia tanpa sebuah kata yang bernama cinta lagi walau kini telah ada seseorang yang jelas-jelas telah mengikatku dengan cincin pertunangannya.
Kupandangi cincin pertunangan kami yang melingkar di jari manisku. Aku yakin dia sangat mencintaku walau ia jarang mengucapkan kata-kata cinta itu kepadaku, tapi aku tak yakin kalau aku mencintainya sedikitpun.
Ironis bukan?
Ia selalu memperhatikanku, mencintaku, berada di sisiku setiap saat, mengabulkan tiap-tiap permintaanku seperti seorang peri dari negeri dongeng, dan selalu memperlakukanku bagai seorang ratu, namun sikapku padanya mungkin tak lebih dari sekadar aku memperhatikan sahabatku. Dan parahnya aku masih selalu merindukan bintangku walau kini sudah ada seseorang yang harusnya bisa menghangatkan duniaku dengan caranya sendiri yang jelas-jelas berbeda dengan apa yang biasa dilakukan oleh bintangku.
Dan kini aku kelabakan saat ia mengatakan kalau ia ingin segera menikah denganku agar ia bisa memiliku sebagai istri yang dicintainya. Read the rest of this entry »






