<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Long Journey to Find The Brightest Star &#187; The Story</title>
	<atom:link href="http://ilumistar.com/category/the-story/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ilumistar.com</link>
	<description>~♥ ...i.l.u.m.i.s.t.a.r... ♥~</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 04:01:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>.T.W.I.N.S.</title>
		<link>http://ilumistar.com/2011/05/28/t-w-i-n-s-5/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2011/05/28/t-w-i-n-s-5/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 06:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Story]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[shaddow]]></category>
		<category><![CDATA[twins]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=2462</guid>
		<description><![CDATA[~♥ S.h.a.d.o.w ♥~ Semua orang mungkin memiliki banyak mimpi, tapi tidak dengan aku. Aku takut jarang bermimpi—mungkin bisa dikatakan kalau aku selalu berusaha untuk tidak memimpikan atau menginginkan sesuatu karena aku takut merasakan kekecewaan karena ternyata aku tidak akan pernah dapat meraih apa yang selalu kuinginkan dan kuimpikan itu. Aku takut untuk bermimpi—karena hidup selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">~♥ S.h.a.d.o.w ♥~</p>
<p style="text-align: left;">Semua orang mungkin memiliki banyak mimpi, tapi tidak dengan aku.</p>
<p style="text-align: left;">Aku takut <del>jarang</del> bermimpi—mungkin bisa dikatakan kalau aku selalu berusaha untuk tidak memimpikan atau menginginkan sesuatu karena aku takut merasakan kekecewaan karena ternyata aku tidak akan pernah dapat meraih apa yang selalu kuinginkan dan kuimpikan itu.</p>
<p style="text-align: left;">Aku takut untuk bermimpi—karena hidup selalu mengajarkan untuk menjalani keseharian dengan realita, bukan impian atau imajinasi belaka.</p>
<p style="text-align: left;">Aku takut untuk bermimpi—tapi bukan berarti aku tidak pernah memiliki mimpi.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-2462"></span>Aku pernah memiliki mimpi, mungkin itu mimpi terbesar sekaligus mimpiku satu-satunya.</p>
<p style="text-align: left;">Aku pernah memiliki mimpi untuk memiliki sebuah keluarga yang utuh dan saling mencintai yang tidak pernah bisa kumiliki sejak aku dilahirkan di dunia ini.</p>
<p style="text-align: left;">Aku pernah memiliki mimpi untuk memiliki sebuah keluarga yang utuh dan saling mencintai bersama dia—orang yang selalu kukagumi dan kucintai secara diam-diam.</p>
<p style="text-align: left;">Aku tahu harusnya aku tidak memimpikan hal itu karena ternyata ada jutaan alasan bagiku untuk membuang jauh-jauh impian itu— tapi aku juga tidak bisa menolak hatiku yang terus menerus berteriak kalau aku mencintainya.</p>
<p style="text-align: left;">Aku mencintainya dengan sepenuh hatiku karena hanya dia yang bersedia berbicara denganku disaat semua orang sebisa mungkin berusaha menghindar sejauh-jauhnya dariku.</p>
<p style="text-align: left;">Aku mencintainya dengan sepenuh hatiku karena hanya dia yang mengingat hari ulang tahun yang selalu berusaha kulupakan dan memberiku setangkai bunga mawar—walau dengan tatapan mata penuh kesedihan.</p>
<p style="text-align: left;">Aku mencintainya dengan sepenuh hatiku, walaupun pada akhirnya aku mengetahui kenyataan bahwa baginya diriku hanyalah sebuah bayangan dari sosok yang sungguh-sungguh dicintainya..</p>
<p style="text-align: left;">Aku mencintainya dengan sepenuh hatiku, walau ternyata di matanya selalu hanya ada bayangan Cassandra, bukan aku—sama seperti saat dia menatapku saat ini..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2011/05/28/t-w-i-n-s-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>.T.W.I.N.S.</title>
		<link>http://ilumistar.com/2011/04/16/t-w-i-n-s-4/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2011/04/16/t-w-i-n-s-4/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 06:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Story]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[memory]]></category>
		<category><![CDATA[twins]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=2435</guid>
		<description><![CDATA[~♥ M.e.m.o.r.y ♥~ Seberkas cahaya mencoba menerobos masuk ke dalam mataku, memaksaku untuk bangun dari tidur panjangku. Aku tersentak pelan. Untuk sepersekian detik, otakku berputar keras, berusaha memproses berbagai macam pertanyaan dan sisa-sisa ingatanku yang sepertinya hancur berantakan. Ruangan ini gelap dan lembap.  Satu-satunya sumber cahaya adalah sebuah celah kecil yang mungkin juga merupakan celah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">~♥ M.e.m.o.r.y ♥~</p>
<p>Seberkas cahaya mencoba menerobos masuk ke dalam mataku, memaksaku untuk bangun dari tidur panjangku.</p>
<p>Aku tersentak pelan.</p>
<p>Untuk sepersekian detik, otakku berputar keras, berusaha memproses berbagai macam pertanyaan dan sisa-sisa ingatanku yang sepertinya hancur berantakan.</p>
<p>Ruangan ini gelap dan lembap.  Satu-satunya sumber cahaya adalah sebuah celah kecil yang mungkin juga merupakan celah satu-satunya untuk sirkulasi udara yang ternyata terletak tepat diatas mataku. Cahaya yang benar-benar membuatku merasa tidak nyaman.</p>
<p>Dengan sangat perlahan aku pun mencoba memindahkan posisi tubuhku yang sepertinya masih belum dapat berkoordinasi dengan baik—mungkin karena aku tertidur terlalu lama.</p>
<p>Kemudian aku pun menyadari kalau ada sesuatu yang mengikat kedua tangan dan kakiku.</p>
<p><span id="more-2435"></span><em>&#8220;Baguslah kalau kamu sudah sadar.&#8221;</em></p>
<p>Untuk sekilas aku mengira aku tengah berhalusinasi karena aku mendengar suara seseorang di tengah ruangan yang benar-benar tidak pernah kudatangi ini.</p>
<p>Kemudian orang itu pun muncul dari tengah kegelapan. Seorang lelaki dengan tubuh tinggi dan tegap—seseorang yang juga belum pernah kutemui sebelumnya.</p>
<p><em>&#8220;Dimana aku? Siapa kamu?&#8221;</em></p>
<p>Aku tahu itu merupakan pertanyaan klasik, tapi tampaknya aku perlu menanyakannya mengingat ingatanku tampaknya juga masih kacau balau.</p>
<p><em>&#8220;Sungguhkah semudah itu kamu melupakanku, Jes?&#8221;</em></p>
<p>Aku tersentak pelan. Perlahan kuamati laki-laki asing yang tampaknya mengenaliku itu. Dan aku pun serasa berhenti bernapas saat menyadari kalau ternyata aku memang mengenali laki-laki itu.</p>
<p>Bertahun-tahun yang lalu.</p>
<p><em>&#8220;Eddie?&#8221;</em></p>
<p>Kupejamkan mataku saat kenangan-kenangan masa lalu itu kembali menghantam kepalaku.</p>
<p>Ya. Aku mengenali laki-laki itu karena dia sempat menjadi bagian terpenting di dalam hidupku. Karena aku pernah sangat-sangat mencintainya.</p>
<p>Bertahun-tahun yang lalu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2011/04/16/t-w-i-n-s-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>.T.W.I.N.S.</title>
		<link>http://ilumistar.com/2011/03/12/t-w-i-n-s-3/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2011/03/12/t-w-i-n-s-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 03:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Story]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[destiny]]></category>
		<category><![CDATA[twins]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=2359</guid>
		<description><![CDATA[~♥ D.e.s.t.i.n.y ♥~ Ada yang mengikutiku. Dan aku bisa menyadari keberadaannya—bahkan melihat bayangannya yang mengikuti langkahku  sedari tadi. Aku tidak tahu siapa orang aneh itu dan apa yang diinginkannya dariku, tapi aku yakin kalau orang itu pasti memiliki niat yang tidak baik. Dan aku harus berusaha meloloskan diri darinya—entah bagaimana caranya. Otakku berputar cepat, berusaha [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">~♥ D.e.s.t.i.n.y ♥~</p>
<p>Ada yang mengikutiku.</p>
<p>Dan aku bisa menyadari keberadaannya—bahkan melihat bayangannya yang mengikuti langkahku  sedari tadi.</p>
<p>Aku tidak tahu siapa orang aneh itu dan apa yang diinginkannya dariku, tapi aku yakin kalau orang itu pasti memiliki niat yang tidak baik. Dan aku harus berusaha meloloskan diri darinya—entah bagaimana caranya.</p>
<p>Otakku berputar cepat, berusaha mencari jalan keluar tercepat dan tersingkat agar aku tidak perlu berurusan lagi dengan orang yang bahkan tidak pernah kutemui itu—sementara sebuah pikiran memasuki ruang otakku yang lain.</p>
<p>Mungkinkah dia telah mengetahui rencanaku dan berniat menghalanginya dengan cara apapun—termasuk dengan langsung menghabisiku saat ini juga?</p>
<p>Jantungku berdegup semakin kencang seiring dengan keyakinanku bahwa waktuku untuk bisa meloloskan diri tidak banyak lagi.</p>
<p><span id="more-2359"></span></p>
<p>Aku terus berjalan dengan kecepatan yang semakin bertambah seiring dengan bertambahnya waktu dan entah kenapa aku merasakan adanya desakan dari otakku untuk berlari seolah ini adalah kesempatan terakhirku untuk berlari.</p>
<p>Sekarang—atau tidak pernah.</p>
<p>Dan aku pun berlari.</p>
<p>Berlari menuju kerumunan orang sambil berdoa kalau orang aneh yang mengikutiku itu kehilangan jejakku.</p>
<p>Namun ternyata berlari menghindari orang aneh itu tidak mudah—karena tubuhku pun perlahan mulai kehilangan kegesitan dan kecepatannya karena kelelahan.</p>
<p>Orang aneh itu masih sangat bersemangat untuk mengejarku—dia begitu tanggap dan tampaknya sudah sangat terlatih untuk menangkap orang karena begitu aku berlari, dia juga ikut berlari di belakangku.</p>
<p>Aku pun mulai putus asa.</p>
<p>Kemudian aku melihat sudut strategis yang mungkin bisa menyembunyikan keberadaanku, bahkan dari dunia.</p>
<p>Dan aku pun menempatkan diriku di sudut tergelap di jalanan yang semakin ramai itu.</p>
<p>Sekilas kulihat orang aneh itu masih berlari di depanku—masih berusaha menangkapku.</p>
<p>Aku pun tersenyum—senyum kemenangan. Kali ini Tuhan pasti ada di pihakku.</p>
<p>Namun ternyata kemenanganku tidak berlangsung lama.</p>
<p>Sesuatu menghalangi udara yang hendak masuk ke paru-paruku. Ada aroma tajam yang menusuk hidungku dan membuat pandanganku menjadi gelap gulita seketika.</p>
<p>Hal terakhir yang ada di dalam pikiranku adalah permohonan agar aku masih tetap ada di dunia ini saat aku membuka mataku kembali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2011/03/12/t-w-i-n-s-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>.T.W.I.N.S.</title>
		<link>http://ilumistar.com/2010/12/18/t-w-i-n-s-2/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2010/12/18/t-w-i-n-s-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Dec 2010 15:35:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Story]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dilema]]></category>
		<category><![CDATA[twins]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=1944</guid>
		<description><![CDATA[~♥ D.i.l.e.m.a ♥~ Terkadang, ada hal yang tidak perlu engkau ketahui.. Well, aku tahu pasti mengenai hal itu, tapi ada rasa penasaran yang begitu besar yang tidak dapat kubendung— bahkan dengan buruknya kenangan yang tersisa terakhir kali aku berurusan dengan dia. Aku mungkin orang yang sungguh-sungguh bodoh. Aku tetap mengikuti kata hatiku— yang pada akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">~♥ D.i.l.e.m.a ♥~</p>
<p>Terkadang, ada hal yang tidak perlu engkau ketahui..</p>
<p>Well, aku tahu pasti mengenai hal itu, tapi ada rasa penasaran yang begitu besar yang tidak dapat kubendung— bahkan dengan buruknya kenangan yang tersisa terakhir kali aku berurusan dengan dia.</p>
<p>Aku mungkin orang yang sungguh-sungguh bodoh.</p>
<p>Aku tetap mengikuti kata hatiku— yang pada akhirnya membawaku ke situasi aneh ini.</p>
<p><em>&#8220;Aku mengembalikan semuanya kepadamu. Semua yang harusnya menjadi milikmu sejak dahulu.</em>&#8221; Begitu katanya kepadaku.</p>
<p>Mungkin aku selalu bermimpi untuk menjadi dirinya—pusat perhatian kaum adam, selalu bisa mendapatkan semuanya hanya dengan satu kedipan mata, tidak pernah merasakan betapa kerasnya hidup, dan yang terpenting tampak selalu bersinar dan cantik.</p>
<p>Tapi kenapa sekarang aku merasakan hal yang aneh di dadaku?</p>
<p>Dia memberikan semuanya padaku. Memberikan hak akses dan kesempatan untuk menjadi dirinya seutuhnya.</p>
<p>Lalu kenapa aku merasa seolah telah kehilangan semuanya, termasuk diriku sendiri?</p>
<p>Entahlah..</p>
<p><span id="more-1944"></span>Tapi yang jelas ucapannya membuat duniaku seolah menjadi berbeda— tidak berbentuk lagi. Dan jelas ada gejolak-gejolak tidak menyenangkan di dalam diriku seolah ada dua jiwa yang bertarung untuk menang.</p>
<p>Aku sungguh tidak bisa memahami isi kepalanya, apalagi isi hatinya, tapi aku harusnya sudah mengetahui kalau ada yang tidak beres saat ia memintaku untuk menemuinya tempo hari.</p>
<p>Well—mungkin ikatan darah itu masih melekat erat diantara kami.</p>
<p>Tidak. Aku lebih yakin kalau aku memang bodoh.</p>
<p>Bodoh karena mengikuti permintaannya dan agaknya kini aku harus menerima kenyataan kalau hidupku takkan sama lagi seperti dahulu—dan semuanya itu karena kebodohanku sendiri..</p>
<p>Dengan enggan kupandangi tumpukan baju yang baru saja kukeluarkan dari dalam lemari—koleksi baju yang tidak seberapa banyak yang semuanya kubeli dengan hasil jerih payahku sendiri.</p>
<p>Tunggu dulu— aku mungkin bodoh, tapi aku tidak segila itu untuk menuruti permintaannya begitu saja, well—tentu saja di samping fakta bahwa aku  antara sadar maupun tidak telah menyetujui permintaannya yang sangat-sangat aneh dan tidak masuk diakal.</p>
<p>Aku mungkin memang tidak memiliki hidup seindah hidupnya, tapi bukankah semuanya baik-baik saja selama ini? Well, setidaknya sebelum dia memintaku untuk menjadi dia, dan dia menjadi aku—bertukar posisi.</p>
<p>Aku menyetujuinya begitu saja saat itu.</p>
<p>Dan kini aku meralat keputusanku. Aku ingin tetap menjadi diriku apapun yang terjadi.</p>
<p>Dengan cemas kupandangi jam yang menempel erat di dindingku yang ternyata menunjukkan kalau tinggal delapan jam lagi sebelum janji pertemuan kami yang selanjutnya—janji pertemuan untuk pertukaran identitas dalam jangka waktu yang belum ditetapkan, atau mungkin takkan pernah ditetapkan.</p>
<p><em>&#8220;Maafkan aku, Cas,&#8221;</em> bisikku pada diriku sendiri sambil mulai mengemasi barang-barangku.<em> </em></p>
<p><em>&#8220;Tapi aku lebih suka jadi diriku sendiri.&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2010/12/18/t-w-i-n-s-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>.T.W.I.N.S.</title>
		<link>http://ilumistar.com/2010/11/19/t-w-i-n-s/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2010/11/19/t-w-i-n-s/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 07:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Story]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[rendezvous]]></category>
		<category><![CDATA[twins]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=1818</guid>
		<description><![CDATA[~♥ R.e.n.d.e.z.v.o.u.s ♥~ Kami selalu berbagi segalanya—well, nyaris segalanya. Dan itu kami lakukan karena kami lahir dari rahim yang sama, di hari yang sama pula. Kami berdua memang bersaudara—kembar tapi kami tidak terlalu bahagia menjadi anak kembar karena ternyata kami harus selalu berbagi segalanya, meskipun kami agaknya cukup beruntung karena dahulu kami masih memiliki sepasang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">~♥ R.e.n.d.e.z.v.o.u.s ♥~</p>
<p>Kami selalu berbagi segalanya—well, nyaris segalanya.</p>
<p>Dan itu kami lakukan karena kami lahir dari rahim yang sama, di hari yang sama pula.</p>
<p>Kami berdua memang bersaudara—kembar tapi kami tidak terlalu bahagia menjadi anak kembar karena ternyata kami harus selalu berbagi segalanya, meskipun kami agaknya cukup beruntung karena dahulu kami masih memiliki sepasang orangtua yang walau tidak terikat oleh sebuah pernikahan namun tetap bersama-sama membesarkan kami berdua. Sepasang orangtua yang mampu membelikan masing-masing dua barang yang serupa namun tak sama—lagi-lagi karena kami berdua bersaudara.</p>
<p>Kami memang lahir di luar ikatan pernikahan karena mereka—sepasang laki-laki dan perempuan yang biasa kami sebut sebagai orang tua memang tidak akan pernah tertarik untuk menikah. Well, disamping fakta bahwa ayah kami ternyata telah menikah dan mempunyai beberapa orang penerus nama keluarga jauh sebelum kami dilahirkan.</p>
<p>Kami berdua saling membenci. Yah, aku tahu jelas mengenai hal itu dan mungkin saja dia membenciku sama besar seperti aku membenci dirinya, tapi kami berdua selalu tampak rukun dan bahagia di hadapan semua orang.</p>
<p>Kami juga selalu berusaha untuk menghindari satu sama lain secara halus sebisa mungkin, tapi ternyata takdir membuat kami berulang kali harus terlibat di dalam persoalan yang sama—terutama persoalan cinta.</p>
<p>Dan well, kebencianku selalu bertambah tiap kali aku teringat betapa dia selalu berhasil menarik perhatian semua laki-laki yang kusukai, sementara aku tampaknya justru semakin terpuruk ke dalam duniaku sendiri—dunia yang benar-benar sepi.</p>
<p>Yah, dia memang jauh lebih beruntung karena memiliki banyak kekasih yang sangat memujanya dan bahkan rela melakukan apapun untuknya—sementara aku terus tenggelam di dalam duniaku yang sepi.</p>
<p>Mungkin aku harus mengakui kalau dia tampak lebih bersinar dariku—well,  mungkin karena dia selalu mempercantik dirinya ketika aku mempercantik  nilai-nilaiku.</p>
<p>Dan aku pun lagi-lagi harus mengakui kalau dia memang jauh-jauh lebih beruntung saat sebuah keluarga kaya mengadopsinya dan membawanya pergi menjauh dariku satu hari setelah petugas kepolisian membawa kami berdua ke tempat penampungan—meskipun aku harus cukup terkagum-kagum karena dia menepati janji sembarangan yang dibuatnya saat ia melambaikan tangannya dan pergi.</p>
<p>Ya.</p>
<p>Dia berjanji akan menemuiku lagi suatu saat nanti.</p>
<p>Dan kurasa saat ini telah tiba karena entah bagaimana ceritanya dia telah berhasil menemukan jejakku dan mengatur janji untuk bertemu denganku.</p>
<p>Jadi, disinilah aku, duduk manis sambil menyesap cappuccino hangatku untuk menanti kedatangannya.</p>
<p><span id="more-1818"></span><em>&#8220;Aku senang kamu masih mau menemuiku.&#8221;</em></p>
<p>Kutengadahkan kepalaku ke arah datangnya suara yang sekilas mirip dengan suaraku dan entah kenapa aku yakin kalau itu adalah dia.</p>
<p><em>&#8220;Aku juga senang kamu masih mengingatku,&#8221;</em> jawabku pelan sambil tersenyum singkat.</p>
<p>Dia masih sama seperti dahulu—saat terakhir kali aku melihatnya. Masih tampak sangat cantik dan menarik—bahkan sangat berkilau jika harus dibandingkan denganku yang jelas-jelas memiliki wajah yang sama persis dengan dirinya.</p>
<p><em>&#8220;</em><em>Well, mungkin kamu bertanya-tanya kenapa tiba-tiba aku mencarimu lagi setelah sekian lama.&#8221;</em></p>
<p>Aku menatapnya sekilas dan menyadari kalau mungkin ada masalah yang terjadi pada dirinya—sesuatu yang mungkin menjadi alasan kenapa ia akhirnya memutuskan untuk mencari dan menemukanku lagi setelah sekian lama.</p>
<p><em>&#8220;Katakan saja apa yang kamu inginkan dariku,&#8221;</em> ujarku tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.</p>
<p><em>&#8220;Dengar, aku tahu mungkin kamu sangat-sangat membenciku karena aku meninggalkanmu sendirian waktu itu,&#8221; </em>ujarnya pelan. <em>&#8220;Tapi aku sungguh-sungguh tidak bermaksud melakukannya. Aku hanya—aku hanya ingin punya sebuah keluarga yang bisa melindungi dan menjagaku.&#8221;</em></p>
<p>Kupejamkan mataku saat kenangan akan masa-masa kelamku di tempat penampungan anak yatim piatu itu kembali menghantuiku.</p>
<p><em>&#8220;Tolong jangan bahas masalah itu lagi,&#8221;</em> bisikku pelan.</p>
<p>Aku telah melupakan semua kenangan kelamku itu dan aku bahkan telah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mengingatnya lagi karena akhirnya aku bisa bernapas lega setelah mendapatkan tempat tinggal yang layak dari sebuah beasiswa yang menyelamatkanku dari tempat penampungan anak yatim piatu yang benar-benar mengerikan itu.</p>
<p>Well, tentu saja mau tidak mau aku harus tinggal di tempat mengerikan itu setelah sepasang laki-laki dan perempuan yang dahulu biasa kami panggil sebagai orang tua entah bagaimana akhirnya memutuskan untuk tak lagi merawat kami berdua.</p>
<p>Bahkan, terakhir kali aku sempat mendengar kalau perempuan yang dahulu biasa kupanggil sebagai ibu telah pindah ke belahan dunia yang lain setelah memutuskan untuk menikahi seorang laki-laki kaya yang meminangnya dan bukan tidak mungkin memintanya untuk membuang semua hal yang ada di masa lalunya—termasuk kami, anak-anak kandungnya sendiri.</p>
<p><em>&#8220;Aku tahu kalau kamu membenciku karena aku meninggalkanmu saat itu.&#8221;</em> Ingin rasanya aku menutup mulutnya detik itu juga karena tampaknya dia ingin sekali membahas tentang kenangan buruk yang tak lagi ingin ku kenang.</p>
<p><em>&#8220;Dengar—&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Tapi aku butuh bantuanmu sekarang.&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2010/11/19/t-w-i-n-s/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhir sebuah kisah cinta&#8230;</title>
		<link>http://ilumistar.com/2010/02/20/akhir-sebuah-kisah-cinta/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2010/02/20/akhir-sebuah-kisah-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 16:28:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Story]]></category>
		<category><![CDATA[akhir sebuah kisah cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[ilumistar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=1481</guid>
		<description><![CDATA[Orang bilang cinta pertama takkan pernah terhapuskan. Yah, mungkin hal itu benar. Dia memang tidak pernah dan tidak akan pernah hilang dari dalam hatiku, hanya saja aku dan dirinya tidak akan mungkin pernah bisa bersama. Tidak di kehidupan ini. Aku memang mencintainya, semua orang tampaknya bahkan mengetahui hal itu. Tapi, hidupku tidak boleh berakhir begitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Orang bilang cinta pertama takkan pernah terhapuskan. Yah, mungkin hal itu benar. Dia memang tidak pernah dan tidak akan pernah hilang dari dalam hatiku, hanya saja aku dan dirinya tidak akan mungkin pernah bisa bersama. Tidak di kehidupan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku memang mencintainya, semua orang tampaknya bahkan mengetahui hal itu. Tapi, hidupku tidak boleh berakhir begitu saja saat ia pergi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span id="more-1481"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Yah, aku kehilangan bintangku. Sosok hangat yang dahulu pernah menerangi siang dan malamku. Sosok hangat yang akhirnya berhasil ketemukan lagi setelah sekian lama.  Sosok hangat yang ternyata harus pergi lagi dari hidupku. Kali ini untuk selamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Namun agaknya aku cukup beruntung karena masih memiliki Radith di sisiku walau aku yakin dia pun tahu kalau aku takkan mungkin bisa mengisi kembali hatiku setelah kepergian Herlambang beberapa waktu yang lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Ya. Takdir merenggut Herlambang dari sisiku untuk selamanya, bahkan sebelum aku sempat menyatakan betapa aku mencintainya untuk terakhir kalinya. Takdir merenggut bintangku dalam sebuah perjalanan pesawat yang menewaskan seluruh penumpang beserta kru nya. Takdir merenggut bintangku saat dia mungkin ingin menghapus kenangan akan diriku selamanya dari dalam hidupnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Dan aku pun tahu aku kalau aku harus meneruskan hidupku, sama seperti yang diinginkan oleh bintangku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Karena itulah sekarang ini aku berada di sini. Di depan altar Gereja tempat aku dan Radith akan mengucapkan janji setia sehidup semati beberapa saat lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Sekilas aku tersenyum kepada calon suamiku yang tampaknya ragu di detik-detik terakhir. Aku tahu senyumanku mungkin terlihat hampa dan pahit, tapi setidaknya aku sudah berusaha untuk tersenyum di hadapannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Aku berjanji akan berusaha menjadi istri terbaik bagimu,” bisikku pelan sambil meremas pelan tangannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Apa kamu bahagia?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Aku bahagia bila kamu bahagia.” Dan aku pun yakin dengan ucapanku barusan. Aku akan berusaha untuk bahagia agar Radith juga bisa merasakan kebahagiaan. Kebahagiaan yang selalu berusaha diberikannya kepadaku setiap waktu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Yah, Sepertinya inilah akhir yang harus kuhadapi. Inilah akhir kisah cintaku. Pilihan yang akan kupertanggung jawabkan selama sisa akhir hidupku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Bintangku, aku tahu kamu bisa mendengarku. Aku akan membuat Radith tidak akan pernah menyesal karena telah memilihku sebagai istrinya. Aku akan menjadi istri yang terbaik baginya karena mungkin itulah yang diinginkan oleh sang takdir. Tapi hatiku akan selalu menjadi milikmu. Semoga di kehidupan selanjutnya kita bisa bersama untuk selamanya&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Ilumistar&#8230;</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2010/02/20/akhir-sebuah-kisah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perfect ending??</title>
		<link>http://ilumistar.com/2009/03/27/perfect-ending/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2009/03/27/perfect-ending/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 08:44:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Story]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[ilumistar]]></category>
		<category><![CDATA[perfect ending]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=1037</guid>
		<description><![CDATA[Kupandangi gaun pengantin yang baru saja kutanggalkan. Gaun pengantin yang sangat-sangat indah namun entah kenapa tak bisa lebih lama kukenakan lagi. Sejenak aku merasa telah melakukan kesalahan besar di dalam hidupku. Terutama karena ibuku pastinya tidak akan dapat menerima keputusanku ini dan aku tentunya akan sangat-sangat melukai perasaan tunanganku, namun tekadku sudah bulat. Aku tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Kupandangi gaun pengantin yang baru saja kutanggalkan. Gaun pengantin yang sangat-sangat indah namun entah kenapa tak bisa lebih lama kukenakan lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Sejenak aku merasa telah melakukan kesalahan besar di dalam hidupku. Terutama karena ibuku pastinya tidak akan dapat menerima keputusanku ini dan aku tentunya akan sangat-sangat melukai perasaan tunanganku, namun tekadku sudah bulat. Aku tidak mau membuat semuanya semakin kacau dan melukainya lebih dalam lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku menyayanginya. <span> </span>Sangat-sangat menyayanginya, tapi rasa itu bukanlah cinta.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Dan aku pun tak mau merampas kesempatannya untuk bahagia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku tak berhak merampas kebahagiaan yang harusnya bisa diraihnya dengan seseorang yang lain. Dia berhak mendapatkan seseorang yang jauh lebih sempurna dari diriku, seseorang yang akan selalu mencintainya, memperhatikannya, dan membuatnya senantiasa bahagia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Dan agaknya, orang itu bukanlah aku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Yah, tentu saja orang itu bukanlah aku karena toh aku masih saja melukainya bahkan di detik-detik terakhir sebelum aku mengambil keputusan yang akan merubah hidup kami selamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Kuhembuskan napasku perlahan kemudian kuletakkan amplop yang berisi isi hatiku, kalimat-kalimat yang selalu tertahan di bibirku, permohonan maafku, dan juga ucapan terimakasihku pada Radith yang mungkin saja akan merasa sangat-sangat kecewa karena keputusanku ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Ya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku telah membuat keputusan itu, keputusan yang menurutku sangat berat, keputusan yang menurutku melukai banyak pihak, keputusan yang menurutku akan mengubah hidup kami semua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Dan mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus bersikap dewasa dan mempertanggung jawabkan semuanya. Termasuk di dalamnya membuat ibuku percaya bahwa aku bisa meraih kebahagiaanku sendiri tanpa campur tangan orang lain di dalamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Yah, walau aku tahu kalau ibuku adalah orang yang akan menentangnya paling awal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku tahu ibuku hanya ingin melihatku bahagia dengan berusaha mempengaruhi akhir yang harusnya kuputuskan, tapi inilah akhir yang kupilih sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Ini adalah akhir yang kupilih sendiri agar tak ada orang yang semakin terluka karena kebimbanganku, termasuk diriku sendiri di dalamnya. Ini adalah akhir yang kupilih sendiri agar aku bisa merasa terbebas dari kebimbangan yang tiap harinya terasa mengombang-ambingkan hidupku. Ini adalah akhir yang kupilih sendiri, sebuah akhir yang mungkin masih akan menyisakan sebuah tanda tanya besar di dalam benak beberapa orang.<span> </span>Ini adalah akhir yang kupilih sendiri meski aku tahu bukan seperti ini akhir yang diharapkan orang-orang.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Ini adalah akhir yang kupilih sendiri dan semoga saja aku melakukan hal yang benar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Kupejamkan mataku kemudian dengan sangat perlahan kututup pintu kamarku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;" lang="IT">Radith, semoga kamu bisa lebih bahagia tanpa diriku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%;" lang="IT"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2009/03/27/perfect-ending/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat yang tak tersampaikan&#8230;</title>
		<link>http://ilumistar.com/2009/03/15/surat-yang-tak-tersampaikan/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2009/03/15/surat-yang-tak-tersampaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 17:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Story]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[ilumistar]]></category>
		<category><![CDATA[surat yang tak tersampaikan.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=1020</guid>
		<description><![CDATA[Surat. Yah tentu saja semua orang mengenali benda-benda yang bertaburan di dalam pangkuanku itu sebagai surat. Sebuah media yang agaknya telah dipinggirkan bahkan ditinggalkan oleh orang-orang yang lebih memilih untuk memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang tiap waktunya. Tapi kini benda-benda itu diberikan kepadaku oleh seseorang yang harusnya bersamaku mengikat janji setia sehidup semati beberapa saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Surat</span><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Yah tentu saja semua orang mengenali benda-benda yang bertaburan di dalam pangkuanku itu sebagai surat. Sebuah media yang agaknya telah dipinggirkan bahkan ditinggalkan oleh orang-orang yang lebih memilih untuk memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang tiap waktunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Tapi kini benda-benda itu diberikan kepadaku oleh seseorang yang harusnya bersamaku mengikat janji setia sehidup semati beberapa saat lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Rasa penasaran membuatku akhirnya mengambil salah satu surat itu kemudian mengeluarkan isinya dari amplopnya yang sudah terbuka. Yah, mungkin saja Radith yang<span> </span>membuka dan telah membacanya terlebih dahulu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Dan jantungku pun terasa berhenti sejenak saat mengenali tulisan itu. Tulisan tangan yang agaknya takkan pernah bisa kulupakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Tulisan tangan Herlambang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Tulisan yang entah kenapa membuat jantungku berdetak ribuan kali lebih cepat, dan juga membuat berbagai macam perasaan bergejolak di dalam sini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Di dalam dadaku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;"> </span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Teruntuk bintang kecilku,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku tahu seharusnya aku tidak menghubungimu lagi. Yah. Kamu bahkan tidak mau menanggapi semua SMS dan telepon dariku bukan?</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Tapi entah kenapa aku tak bisa menghentikan tanganku untuk menuliskan surat ini, meski aku juga sadar kalau mungkin kamu takkan pernah mau untuk membacanya.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Andriany, Aku masih sangat-sangat mencintaimu…</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku tak tahu sampai kapan cinta ini akan bertahan di dalam hatiku, tapi hingga detik ini hatiku hanya akan selalu meneriakkan namamu.. .</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku tak tahu apakah kamu telah sungguh-sungguh membuangku sejauh-jauhnya dari hati dan hidupmu, tapi aku sangat berharap kalau masih ada sedikit saja ruang di dalam hatimu untukku.. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Untuk cinta kita yang setidaknya pernah terukir di dalam sana..</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku tak berharap kamu akan membalas suratku ini. Aku hanya ingin kamu membacanya dan mengetahui kalau kamu akan selalu ada di dalam hatiku hingga waktu yang tak bisa kusebutkan untuk saat ini… yah, walau tentu saja aku tahu kata-kata yang kutuliskan di sini akan terdengar aneh…</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku selalu tak pandai untuk merangkai kata-kata bukan?</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Tapi yang jelas…</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku, walau aku tahu kamu bahkan sudah tidak lagi peduli padaku…</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 200%;" align="right"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Yang selalu mencintaimu,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 200%;" align="right"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Herlambang</span></em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 200%;" align="right"><em><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Dan aku pun hanya bisa terpaku disini sembari membaca satu per satu surat yang ternyata selama ini tak pernah disampaikan oleh Ayahku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Yah, aku mengetahui hal itu dari satu-satunya surat yang masih tertutup rapat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;"><span> </span>Sebuah surat dari mendiang ayahku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Sebuah surat yang isinya permohonan maaf darinya yang tak pernah menunjukkan semua surat-surat dari pria yang dianggapnya hanya akan menyakiti hati putri kesayangannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Oh Tuhan, Apa yang harus kulakukan sekarang?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 14pt;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2009/03/15/surat-yang-tak-tersampaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Andai saja aku dapat menghentikan sang waktu&#8230;</title>
		<link>http://ilumistar.com/2009/02/25/andai-saja-aku-dapat-menghentikan-sang-waktu/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2009/02/25/andai-saja-aku-dapat-menghentikan-sang-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 03:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Story]]></category>
		<category><![CDATA[andai saja aku dapat menghentikan sang waktu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[ilumistar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=972</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang aku ingin sang waktu berputar lebih cepat agar aku bisa dengan segera mengetahui apa yang tengah menunguku di depan, namun sekarang aku justru ingin sang waktu berhenti berputar sejenak agar aku bisa mengistirahatkan otakku yang tampaknya terus berputar dan bergulat dengan hatiku untuk mencari tahu apa yang seharusnya aku lakukan guna menyelesaikan dilema yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Terkadang aku ingin sang waktu berputar lebih cepat agar aku bisa dengan segera mengetahui apa yang tengah menunguku di depan, namun sekarang aku justru ingin sang waktu berhenti berputar sejenak agar aku bisa mengistirahatkan otakku yang tampaknya terus berputar dan bergulat dengan hatiku untuk mencari tahu apa yang seharusnya aku lakukan<span> </span>guna menyelesaikan dilema yang melanda hatiku beberapa waktu belakangan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Dan kalau kamu akan bahagia bersamanya, aku pun tak keberatan untuk melepaskanmu lagi selamanya.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Kalimat itu terus diputar berulang-ulang di dalam otakku seolah dengan melakukannya aku akan dapat menemukan jawaban dari segala pertanyaan yang mengejar-ngejarku selama ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Tapi toh nyatanya jawaban itu tak kunjung datang kepadaku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku tak tahu apa yang harus kuputuskan padahal hari pernikahanku tinggal tiga hari lagi!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Aku selalu mencintaimu dengan sepenuh hatiku, Rianny.” Kembali terdengar gaung ucapan tunanganku yang semakin membuat kepalaku pusing. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Tapi aku tahu selama ini kamu tidak pernah mencintaiku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Oh Tuhan, apa yang harus kulakukan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Melepaskan cinta masa laluku dan memulai hidup baru dengan tunanganku—menikah dengannya atau justru meninggalkan tunanganku dan meraih uluran tangan bintangku yang <span> </span>jelas-jelas masih mengharapkanku kembali ke pelukannya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku pun tak bisa menahan aliran air mataku yang tiba-tiba menetes membasahi pipiku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Oh Tuhan, andai saja aku dapat menghentikan sang waktu walau hanya sejenak…</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2009/02/25/andai-saja-aku-dapat-menghentikan-sang-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dan bintang itu pun kembali mengulurkan tangannya padaku&#8230;</title>
		<link>http://ilumistar.com/2009/02/22/dan-bintang-itu-pun-kembali-mengulurkan-tangannya-padaku/</link>
		<comments>http://ilumistar.com/2009/02/22/dan-bintang-itu-pun-kembali-mengulurkan-tangannya-padaku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 14:22:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4rch4n93L</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Story]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Dan bintang itu pun kembali mengulurkan tangannya padaku]]></category>
		<category><![CDATA[ilumistar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilumistar.com/?p=964</guid>
		<description><![CDATA[Deringan ponsel memaksaku untuk membuka mataku yang terasa berat karena kelelahan yang teramat sangat. Dan untuk sejenak aku merasa kebingungan akan keberadaanku sekarang. Ah iya, rupanya aku sudah kembali ke rumahku di Surabaya. Aku sudah hapal betul dengan suasana kamarku. Ya. Aku kembali bersama Radith semalam. Aku memang ikut pulang bersamanya, tapi bukan karena aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Deringan ponsel memaksaku untuk membuka mataku yang terasa berat karena kelelahan yang teramat sangat. Dan untuk sejenak aku merasa kebingungan akan keberadaanku sekarang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Ah iya, rupanya aku sudah kembali ke rumahku di Surabaya. Aku sudah hapal betul dengan suasana kamarku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Ya. Aku kembali bersama Radith semalam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku memang ikut pulang bersamanya, tapi bukan karena aku telah memutuskan untuk memilih bersama dia selamanya dan membuang jauh-jauh bintangku dari pikiranku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku kembali karena dia membawa kabar tentang ayahku yang rupanya telah tiada. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Mimpi buruk itu akhirnya pun menjumpaiku di persimpangan jalanku. Mimpi buruk itu mengacaukan pikiranku dan membuatku tak bisa memikirkan hal lain kecuali membangunkan diriku sendiri dari mimpi yang sebetulnya bukanlah sekedar mimpi belaka.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Dengan mata setengah terbuka, dan sembab kepala yang berdenyut-denyut keras, dan otak yang masih belum sepenuhnya sadar, aku pun terheran-heran karena aku tidak mengetahui siapa yang membangunkanku dari tidur lelapku barusan.<span> </span>Sebuah nomor yang belum ada di dalam phone book ponselku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku menunggu beberapa saat, berharap deringan itu akan berhenti. Tapi rupanya orang yang meneleponku ini  ngotot ingin berbicara denganku. Oke, Rasa penasaranku  menang kali ini!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;"> Kuraih ponselku yang masih berdering, kemudian aku pun menjawabnya dengan ragu-ragu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Halo?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Kurasa kamu harus menghentikan kebiasaanmu yang suka hilang tanpa kabar secara mendadak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku yakin jantungku berhenti berdetak saat mendengar suara itu.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Tidak. Aku yakin itu tidak mungkin dia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Herlambang?” tanyaku ragu-ragu saat jantungku telah kembali berdetak. Kali ini aku yakin orang-orang dapat mendengar suara detakannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;"><span id="more-964"></span> “Iya,” ujarnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Aku memang Herlambang, Andri.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Kupejamkan mataku, berharap kalau semuanya ini hanyalah sebuah mimpi. Yah, walau ada satu bagian dari diriku yang berharap kalau aku takkan pernah terjaga dari mimpi ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Gimana caranya lu bisa tau nomor ini?” tanyaku pelan seolah seluruh tenagaku untuk menanyakan pertanyaan itu telah lenyap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Tentu saja aku tahu,” ujarnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Dari nada bicaranya, aku tahu dia tengah tersenyum. “Kurasa kamu sudah lupa kalau tak ada hal yang bisa lolos dari pengetahuanku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Aku tersenyum getir. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Tentu saja ada hal yang bisa lolos dari pengetahuannya. Dan hal itu berkaitan dengan apa yang selama ini terjadi padaku selama aku berusaha untuk membangun hidupku di bawah naungan bayang-bayangnya. Tapi, mungkin saja baginya hal itu bukanlah hal yang penting.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Bang,” ujarku pelan. “Bisa ga gue minta sesuatu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Apa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Gue mohon jangan pake aku-kamu lagi buat ngomong sama gue,” ujarku sambil menekan dahiku yang terasa semakin berdenyut-denyut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Gue risih ngedengernya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Bisa minta sesuatu juga?” tanyanya setengah memohon. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Apa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">“Coba liat keluar jendela sebentar.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Dan aku yakin kalau jantungku berhenti berdetak saat aku melihat apa yang ada di luar<span> </span>jendelaku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Bintangku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Papyrus;">Dia berdiri dengan senyumannya yang khas kemudian melambai ke arahku. Dan aku pun segera berlari ke luar untuk menemuinya tanpa pikir panjang lagi. Aku berlari tanpa menyadari kalau Radith tengah duduk di ruang tamu sambil mengamatiku berlari keluar. Aku pun tak menyadari ketika ia kemudian mengikutiku keluar tanpa suara.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilumistar.com/2009/02/22/dan-bintang-itu-pun-kembali-mengulurkan-tangannya-padaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

