Hari ini, untuk kesekian kalinya aku merasa kesal kepada sejumlah oknum-oknum yang seenaknya memotong uang kembalianku seenak jidatnya sendiri.
Emang jumlahnya ga sampe berjuta-juta ato bahkan bermilyar-milyar tapi cukup banyak buatku nyumpahin kalian semua supaya cepet bangkrut..
Cerita kali ini berawal ketika aku pulang kantor dan hendak membeli telur untuk dicampurkan ke dalam mie instan yang akan kumasak dan kumakan sesampainya aku di kos..
Pilihanku tertuju pada toko terdekat yang memang menyediakan telur (TOKO YANG LETAKNYA 2 RUMAH SETELAH GANG H.SENEN SAMPING PINTU MASUK DEPAN BINUS UNIVERSITY SYAHDAN) dan aku tak menyangka kalau aku akan menyesali keputusanku membeli telur disitu…
Awalnya aku mengira kalau toko itu akan melayani pembelinya dengan ramah, berlawanan dengan toko-toko kebanyakan yang beredar di sekitar Binus karena aku disambut cukup baik oleh salah satu pegawai yang menanyakan barang apa yang hendak kubeli..
Setelah memilih 2 butir telur dan bertanya berapa harganya, pegawai itu pun memintaku untuk membayar di kasa..
Pegawai itu bilang kalau harga 1 butir telur itu adalah Rp.1200,00 yang berarti aku harus membayar sebesar Rp.2400,00 di kasir yang ternyata JUTEK ABIS tetapi aku hanya mendapati kembalianku sebesar Rp.7.500 dari uangku yang semula Rp.10000,00..
Aku pun menanyakan kemana hilangnya duit Rp.100,00 ku yang emang ga ada artinya lagi di jaman serba mahal ini..
Dan coba tebak, orang itu hanya memandangiku dengan sebal dan memberikanku sebungkus permen!
Oh great!
Tadinya aku ingin berkeras meminta uang Rp.100,00 ku dan menolak permen ga jelas yang diberikan oleh makluk jutek itu, tapi mengingat hari sudah malam dan aku pun sudah lelah, maka aku mengurungkan niatku sekaligus menghapus selamanya keinginanku untuk kembali ke toko itu..
Dan jelas ini bukan kejadian yang pertama bagiku atau bagi sebagian orang yang memasrahkan uang kembalian mereka yang kurang, tapi aku jelas-jelas tidak suka dengan cara mereka..
Mungkin pedagang-pedagang itu pura-pura tidak menyadari dan bahkan tidak peduli, tapi itu merupakan salah satu bentuk korupsi yang sedang (diusahakan untuk) diberantas di Indonesia!!
Dan aku pun ingin menegaskan disini, BUKAN NOMINALNYA yang jadi masalah, TAPI KEPERCAYAANNYA!
Kalau dari hal sepele seperti duit kembalian sebesar Rp.100,00 saja sudah begitu, bagaimana dengan duit yang jumlah 0 nya udah ga keitung lagi???
Ingat, Korupsi itu dimulai dari hal kecil loh..
..dan tentunya aku akan dengan senang hati mendoakan pedangang-pedagang seperti mereka supaya segera guling tikar~~