Kenalan yuk sama ‘MyPulau’


Mungkin kata ‘MyPulau’ terdengar aneh dan tidak biasa di telinga kalian-kalian semua yang kebetulan punya waktu luang untuk membaca coretan-coretan isengku kali ini.

Mungkin juga ada beberapa dari kalian-kalian semua yang kebetulan punya waktu luang untuk membaca coretan-coretan isengku kali ini yang juga ada di dalam list followers Twitterku atau ada di dalam list friends ku di Facebook yang bertanya-tanya mengenai benda apakah sebenarnya ‘MyPulau’ itu mengingat belakangan ini aku lumayan sering menyinggung kata ‘MyPulau’ nyaris di setiap update-an statusku di Twitter dan Facebook yang ditandai dengan tulisan kecil via MyPulau.com ..

Jujur, aku juga baru tau sama ‘MyPulau’ ini kurang dari setaon belakangan, dan jujur aku mungkin ga bakalan pernah kenal ini ‘MyPulau’ kalau tidak pernah ada yang memperkenalkannya kepadaku..

Jadi, Sebenernya apa sih ‘MyPulau’ itu?

Continue Reading…

Tags: , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Akhirnya ngerasain juga ‘derita’ P6(+3)

Well, pagi ini bukan pagi yang cerah tentu saja buatku karena pagi ini aku merasakan sesuatu yang lazim disebut Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan (+Pala Puyeng Pisan) karena hari ini kantorku menerapkan new (email-ed) rule yang berkisah mengenai pergeseran working hour yang tadinya jam 9 menjadi jam 8..

Ini semacam aturan yang err gue-ga-mau-tau-pokoknya-mau-ga-mau-lu-mesti-mau.. ( thanks to someone then)

dan aku pun telah melakukan beberapa persiapan yang terasa sia-sia semalam karena toh akhirnya aku tetap saja tidur jam 11 malam (niatnya jam 10)..

Yah, singkat kata aku keluar dari selimut, lanjut keluar dari kos sekitar pukul 7 dengan mata masih ngantuk dan otak masih setengah sadar..

dan aku ga ngerasain ngantuk…

can u guess what’s the reason??

seseorang datengin aku pagi-pagi dan ngucapin kalimat yang bikin jantungku olahraga pagi-pagi sekali..

oh ya, boleh ditambahin dengan tetanggaku yang nyaris mengeluarkan suara heboh tiap 5 menit sekali…

dia nyanyi lagu rock loh kayanya~~

Anyway, kayanya aku bakalan seneng banget kalo tiap pagi pas berangkat jalanan bisa se-lowong tadi, ditambah tempat makan yang lumayan kosong walau aku ga berani bayangin gimana padatnya jalanan ntar pas aku mau pulang..

Ngomong-ngomong soal makan, tadi pas makan siang aku dapet fortune cookie..

yang bunyinya “always be positive, optimistic, and inspiring”..

Rasanya biasa aja (kaya kue semprong biasa) cuma seneng aja soalnya gratis alias ga perlu bayar dua-rebu-lima-ratus kalo ga gratis..

Mungkin itu hadiah hiburan karena kita-kita udah dibikin nunggu lama cuma demi semangkuk mie =_______=

Anyway, kayanya aku udah mulai harus siap-siap karena working hour nya udah tinggal sejam lagi~~~~

Tags: , , , , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ingat, korupsi itu dimulai dari hal kecil loh…

Hari ini, untuk kesekian kalinya aku merasa kesal kepada sejumlah oknum-oknum yang seenaknya memotong uang kembalianku seenak jidatnya sendiri.

Emang jumlahnya ga sampe berjuta-juta ato bahkan bermilyar-milyar tapi cukup banyak buatku nyumpahin kalian semua supaya cepet bangkrut..

Cerita kali ini berawal ketika aku pulang kantor dan hendak membeli telur untuk dicampurkan ke dalam mie instan yang akan kumasak dan kumakan sesampainya aku di kos..

Pilihanku tertuju pada toko terdekat yang memang menyediakan telur (TOKO YANG LETAKNYA 2 RUMAH SETELAH GANG H.SENEN SAMPING PINTU MASUK DEPAN BINUS UNIVERSITY SYAHDAN) dan aku tak menyangka kalau aku akan menyesali keputusanku membeli telur disitu…

Awalnya aku mengira kalau toko itu akan melayani pembelinya dengan ramah, berlawanan dengan toko-toko kebanyakan yang beredar di sekitar Binus karena aku disambut cukup baik oleh salah satu pegawai yang menanyakan barang apa yang hendak kubeli..

Setelah memilih 2 butir telur dan bertanya berapa harganya, pegawai itu pun memintaku untuk membayar di kasa..

Pegawai itu bilang kalau harga 1 butir telur itu adalah Rp.1200,00 yang berarti aku harus membayar sebesar Rp.2400,00 di kasir yang ternyata JUTEK ABIS tetapi aku hanya mendapati kembalianku sebesar Rp.7.500 dari uangku yang semula Rp.10000,00..

Aku pun menanyakan kemana hilangnya duit Rp.100,00 ku yang emang ga ada artinya lagi di jaman serba mahal ini..

Dan coba tebak, orang itu hanya memandangiku dengan sebal dan memberikanku sebungkus permen!

Oh great!

Tadinya aku ingin berkeras meminta uang Rp.100,00 ku dan menolak permen ga jelas yang diberikan oleh makluk jutek itu, tapi mengingat hari sudah malam dan aku pun sudah lelah, maka aku mengurungkan niatku sekaligus menghapus selamanya keinginanku untuk kembali ke toko itu..

Dan jelas ini bukan kejadian yang pertama bagiku atau bagi sebagian orang yang memasrahkan uang kembalian mereka yang kurang, tapi aku jelas-jelas tidak suka dengan cara mereka..

Mungkin pedagang-pedagang itu pura-pura tidak menyadari dan bahkan tidak peduli, tapi itu merupakan salah satu bentuk korupsi yang sedang (diusahakan untuk) diberantas di Indonesia!!

Dan aku pun ingin menegaskan disini, BUKAN NOMINALNYA yang jadi masalah, TAPI KEPERCAYAANNYA!

Kalau dari hal sepele seperti duit kembalian sebesar Rp.100,00 saja sudah begitu, bagaimana dengan duit yang jumlah 0 nya udah ga keitung lagi???

Ingat, Korupsi itu dimulai dari hal kecil loh..

..dan tentunya aku akan dengan senang hati mendoakan pedangang-pedagang seperti mereka supaya segera guling tikar~~

Tags: , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS