Secuil cerita tentang “kerja”..

“… ternyata aku udah kerja..”

Errrrr…

Sebenernya bukan baru hari ini nyadar sih, cuma baru hari ini aku mau menceritakan sedikit-banyak cerita tentang pengalamanku bekerja di sebuah perusahaan yah katakanlah di bulan ini…

Mungkin aku termasuk di dalam kategori orang yang beruntung karena sudah mendapatkan pekerjaanku jauh sebelum waktu wisudaku, terutama karena tampaknya belakangan ini loker (baca: lowongan kerja) mulai seret, tapi aku sama sekali ga ngerasa kalo aku itu hebat ato canggih seperti yang beberapa orang sempat katakan kepadaku…

seperti yang selalu kukatakan, “i’m just the ordinary girl~~”

Ada beberapa hal yang cukup menarik yang membuat hidupku sesekali berwarna, meski tampaknya belakangan hidupku jadi abu-abu. Ga hitam. Ga putih. Dan jauh dari berwarna…

Yap, aku dapet jutaan cerita dari perjuangan perjalanan bolak- balik ku yang lumayan jauh dari dan ke kantor..

dan aku juga dapet hal-hal baru yang mungkin ga bakalan bisa aku dapetin di tempat laen..

Yah, seperti yang seseorang pernah katakan padaku sewaktu aku interview.. 

Aku akan belajar banyak disini..

Thanks udah mau bersabar menghadapi aku, Ko~~ Aku ga bisa janji banyak, tapi aku akan berusaha sebisa mungkin buat cepet belajar..

Mungkin aku jadi kehilangan banyak waktu, bahkan mungkin teman gara-gara kerjaanku ini, tapi percayalah aku bahkan tidak punya cukup waktu untuk diriku sendiri~~

Tapi tampaknya lagi-lagi aku cukup beruntung karena ternyata aku masih punya orang-orang yang dengan setia menanti dan menemaniku serta menyemangatiku untuk selalu melakukan yang terbaik  setiap harinya..

Kalian adalah bagian terbaik di dalam hidupku :happy: .

Yah~~

Mungkin itu juga lah penyebab kenapa aku merasa tidak terlalu bahagia belakangan ini~~

dan kalau ada yang bertanya bagaimana rasanya kerja? Aku akan selalu mengatakan hal yang sama berulang-ulang kali…

“Yah gitu~~”

….. and the journey goes on..


Akhir sebuah kisah cinta…

Orang bilang cinta pertama takkan pernah terhapuskan. Yah, mungkin hal itu benar. Dia memang tidak pernah dan tidak akan pernah hilang dari dalam hatiku, hanya saja aku dan dirinya tidak akan mungkin pernah bisa bersama. Tidak di kehidupan ini.

Aku memang mencintainya, semua orang tampaknya bahkan mengetahui hal itu. Tapi, hidupku tidak boleh berakhir begitu saja saat ia pergi.

Keep reading »


Dear Ilumistar…

Dear ilumistar,

Belakangan ini aku merasa lelah.. Lelah karena banyak masalah yang lumayan mengganggu pikiranku.. Lelah karena rasanya aku tak punya cukup banyak waktu bahkan untuk diriku sendiri.. Lelah karena aku tengah belajar untuk menjadi seorang wanita yang dewasa..

Maaf sebelumnya kalau aku jadi jarang bercerita kepadamu, aku selalu ingin berbagi segalanya denganmu ilumistarku, tapi tampaknya aku tak punya tenaga sebanyak itu, tak juga punya mood sebagus itu untuk bercerita panjang lebar kepadamu..

Aku percaya kamu tahu apa yang terjadi pada diriku selama aku tidak bercerita kepadamu karena kamu adalah sahabat terbaikku, seorang sahabat yang setia menemaniku di kala suka maupun duka…

Seperti yang kamu ketahui, angin takdir meniupku ke arah itu.. dan aku tengah berusaha untuk tetap berdiri dengan tegak hingga aku merasa kalau lebih baik aku mencari tempat yang lebih tenang dan bisa membuatku bahagia..

Keep reading »


« Previous page

Next page »