Ya, Ya…. Aku tahu itu…
Hidup memang penuh dengan pilihan…
setidaknya hidupku terasa semuanya penuh dengan pilihan
bahkan hidup yang ada di dalam cerita yang kukarang sendiri pun penuh dengan pilihan, bedanya hidup yang satu itu bisa kuubah-ubah seenak hatiku…
tp tetep aja ga kelar-kelar soalnya kebanyakan pilihan jalur ceritanya
belakangan ini ga tau napa aku ngerasa aku mesti banyak banget buat pilihan diantara beberapa opsi yang bikin pusing!!
dan aku masih saja bingung kiri-kanan…
masi ada satu kalimat yang selalu terngiang-ngiang di telinga dan juga kepalaku, satu kalimat dari temanku saat terakhir kami telepon-teleponan..
“Yah, pilihannya cuma 2… Lu tambalin tuh lobang alias coba dulu sama dia, ato Lu loncatin tuh lobang ato dengan kata lain yah Lu lepasin dia.”
dan dua opsi itu belum kuputuskan hingga detik ini…
Aku bingung!!
Aku selalu memikirkan segalanya hingga ke kemungkinan-kemungkinan yang bahkan tak pernah dan takkan pernah terpikirkan oleh orang lain, dan mungkin itu yang membuatku terkadang kebingungan sendiri!!
tapi jujur saja, pada saat temanku mengucapkan kalimat itu, yang ada di dalam otakku adalah aku ingin meloncatinya!!
kemudian aku berpikir lagi…
bagaimana kalau ternyata kakiku tidak cukup panjang untuk meloncati lobangnya dan aku justru terjatuh tepat di dalamnya??
tapi, kalau aku memutuskan untuk menambal lobang itu bagaimana kalau ternyata lubangnya terlalu dalam dan aku tak cukup pandai untuk menambalnya hingga akhirnya aku tetap terjatuh di dalamnya juga??
saat aku meminta saran dari beberapa temanku yang lain, banyak sekali jawaban yang mereka berikan…
dan aku akan menceritakan yang gila saja menurutku






